Layanan Publik

Tiga Pasal Dalam UU ITE Rawan Dijadikan Kriminalisasi

ACEHTERKINI.COM | Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers menilai banyak kejanggalan dari Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tahun 2008, terutama pada pasal 27, 28 dan 29. Sebab, ketiga pasal tersebut rawan dijadikan alat untuk krimalisasi.

Berdasarkan data dari LBH Pers, sejak tahun 2008 sampai sekarang, setidaknya ada 87 kasus yang disangkakan dengan pasal tersebut.

“Besar peningkatan sejak 2013, ada pencemaran nama baik, kesusilaan dan penistaan atas nama agama,” kata Kepala Penelitian dan Komunikasi, Asep Komarudin, dalam sebuah diskusi di Kompleks Bidakara, Jakarta, Kamis (7/5/2015).

Menurutnya, ada beberapa kelemahan dari UU tersebut, mulai dari perumusan delik aduan yang tidak jelas, pasal duplikat, dan tidak adanya proses penjelasan detail dari ayat-ayat pasal tersebut sehingga tidak adanya kepastian hukum.

“UU ini hanya untuk membungkam suara-suara kritis, hanya untuk menakut-nakuti,” tambahnya.

Salah satu pasal yang rentan untuk dijadikan alat kriminalisasi adalah pasal 27 ayat 3 tentang pencemaran nama baik.

“Pencemaran nama baik harusnya dijerat jika dilakukan di ruang publik, tapi dengan pasal tersebut percakapan inbox Facebook saja bisa pidanakan,” ujarnya dikutip dari vivanews.com

Untuk itu, LBH Pers mendorong agar menghapus segala ketentuan pidana, dan segera merevisi UU ITE tersebut. UU ITE saat ini memang masuk dalam agenda proglegnas DPR, Kominfo mengajukan beberapa pasal yang akan direvisi.

Berikut adalah 3 pasal dari UU ITE yang rawan jadi alat kriminalisasi.

Pasal 27

1. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

2. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.

3. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

4. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.

Pasal 28

1. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

2. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Pasal 29

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi. [Sad]

To Top