Sosial

Tak Diangkat CPNS, Tenaga Honorer K2 Aceh Barat Daya Datangi DPRK

Tak Diangkat CPNS, Tenaga Honorer K2 Aceh Barat Daya Datangi DPRK
Ratusan Honorer K2 di Abdya Unjuk Rasa di Kantor DPRK setempat, 26 Mei [Rizal]
ACEHTERKINI.COM | Akibat belum ada kejelasan, ratusan tenaga honorer kategori dua (K2) yang tidak lulus calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada tahun 2013 lalu, kembali mendatangi gedung DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (26/5/2015), guna mengadu nasib kepada DPRK supaya diluluskan menjadi pegawai.

Audiensi tenaga honorer K2 dengan anggota DPRK itu hanya berlangsung di luar gedung, dimana para honorer tersebut menginginkan DPRK dan Bupati Abdya memberikan solusi dan cara terbaik terhadap permasalahan yang dihadapi saat ini.

Koordinator Tenaga Honorer K2, Ali Hasyimi mengatakan, apa yang menjadi tuntutan Tenaga Honorer K2 itu merupakan janji pemerintah pusat yang mengupayakan akan mengangkat honorer K2 menjadi CPNS. 

Tetapi dengan catatan semua data honorer K2 harus dituangkan dalam Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak (SKTJM) berisikan data lengkap dan tidak rekayasa serta dilengkapi dengan surat keputusan (SK) dari Bupati Abdya terhitung sejak 1 Januari 2005.

Sebelumnya, prioritas pengangkatan CPNS juga diutamakan bagi yang telah berusia lebih tua dan masa pengabdiannya juga lebih lama. Hasilnya, yang lulus hanya sekitar 178 orang, selebihnya sekitar 248 harus tetap bersabar hingga sekarang ini.

“Yang lulus banyak yang berusia muda dan masa pengabdiannya juga tergolong baru. Ini kan tidak adil. Kami sepertinya telah dijadikan sebagai korban politik saja,” ujarnya yang juga turut dibenarkan oleh rekan lainnya Alidar, dihadapan unsur pimpinan DPRK Abdya beserta sejumlah anggota dewan lainnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Bupati Abdya serta DPRK Abdya agar sungguh-sungguh memperjuangkan nasib tenaga honorer K2 di Abdya.

Sementara itu, Ketua DPRK Abdya, Zulkifli Isa, menyampaikan, pihaknya akan menampung setiap aspirasi dari rakyat, termasuk keluhan dari para honorer K2 dimaksud.

Meskipun demikian, ada baiknya persoalan ini tanyakan langsung kepada ‘Tuan Takur’ (sebutan yang dilontarkan Zulkufli Isa kepada Bupati Abdya Jufri Hasanuddin) atau kepada Sekdakab Abdya.

“Jumpai dia segera, karena Bupati yang lebih paham masalah tersebut, namun jangan ditanyakan kepada saya dimana dia sekarang, sebab dia tidak berada di Abdya,” cetusnya.

Sementara itu, Zulkarnaini anggota DPRK Abdya, mengaku siap memberikan dukungan kepada ratusan honorer K2 itu. Kehadiran honorer K2 ini tidak ada yang disalahkan, dari persoalan tersebut tidak perlu mencari persoalan baru.

“Saya pribadi dan DPRK Abdya, siap mendukung, tapi prosedurnya harus dilengkapi, setelah dilengkapi di BKPP dan seandainya ada yang tidak jelas, saya berjanji, apabila Pemkab Abdya menggantung masalah ini, saya akan mengemis kepada pimpinan untuk mendesak Bupati Abdya,” demikian singkatnya. (Rizal)

To Top