Sosial

Setelah Didemo, Bupati Abdya Kabulkan Desa Persiapan Tokoh II Kembali Ke Desa Induk

Setelah Didemo, Bupati Abdya Kabulkan Desa Persiapan Tokoh II Kembali Ke Desa Induk
Bupati Abdya Kabulkan Tuntutan Warga Persiapan Tokoh II, 27 Mei [rizal]
ACEHTERKINI.COM | Ratusan warga Desa Persiapan Tokoh II, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berunjuk rasa ke kantor DPRK dan Kantor Bupati setempat, Rabu (27/5/2015), dengan tujuan meminta supaya desa mereka dikembalikan ke desa induk yakni Desa Tokoh, Kecamatan Manggeng, kabupaten setempat.

Terbentuknya Desa Persiapan Tokoh II tersebut akibat dimekarkannya Kecamatan Manggeng, sehingga terbentuk Kecamatan Lembah Sabil, secara otomatis dua dusun harus pisah dengan desa induknya, dan berubah menjadi Desa Persiapan Tokoh II, Kecamatan Lembah Sabil.

“Sudah 9 tahun, sejak Januari 2007 lalu, kami terkatung-katung tanpa kejelasan, maka hari ini kami minta kejelasan, supaya dikembalikan ke desa induk yakni Desa Tokoh, Kecamatan Manggeng,” kata T Jasman M Nur selaku Koordinator Aksi di depan Gedung DPRK Abdya.

Sambil meminta para wakil rakyat itu keluar, menemui para pendemo, Jasman bersama dengan rekannya yang lain, mengutarakan, bahwa warga Desa Persiapan Tokoh II tidak jelas harus tunduk kemana, malahan pernah akan diarahkan ke Desa tetangga lainnya dalam Kecamatan Lembah Sabil, seperti Desa Alue Rambot, Desa Meunasah Tengah dan Desa Meurandeh.

“Namun kami tidak mau, karena yang jelas kami warga Desa Tokoh di Kecamatan Manggeng, sejak dulu sampai dengan sekarang,” ujarnya sambil meneriaki para anggota DPRK untuk segera menemui mereka.

Dikatakan Jasman, terjadinya Desa Pemekaran Tokoh II ini bukan keinginan warga setempat, tetapi korban dari pemekaran kecamatan. “Kami ingin DPRK membantu kami, sekaligus antarkankan kami kepada pak Bupati,” pungkas Jasman didepan anggota DPRK Abdya yang sudah berkali-kali diteriaki pengunjuk rasa, baru menemui warga tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRK Abdya, Zulkifli Isa, menyampaikan, keterlambatan menemui para pendemo tersebut, karena sedang menyelesaikan masalah Pansus. “Kami bukan tidak mau menemui saudara-saudara, tapi kami sedang menyelesaikan masalah Pansus, karena informasi yang kami terima bahwa warga Tokoh II tidak ada rencana datangi DPRK, tapi langsung ke Bupati,” tuturnya.

Menurut Zulkifli, yang berhak memutuskan masalah ini adalah eksekutif, dalam hal ini Bupati Abdya. “Bupati saat ini ada ditempat, maka mintak solusi dari beliau, kalau ingin rujuk silahkan saja, kita akan dukung,” singkatnya, yang juga turut didampingi unsur pimpinan dan para anggota dewan lainnya.

Setelah dari kantor dewan para Pendemo lansung menuju ke Kantor Bupati Abdya, yang diantar lansung para Anggota DPRK Daerah Pemilihan (Dapil) III. Sampai di depan Kantor Bupati para pendemo lansung mendirikan tenda yang dibawa lansung oleh pengunjuk rasa, sambil menunggu Bupati selesai rapat.

Selang beberapa menit, para warga tersebut disambut, Asisten Pemerintahan Setdakab Abdya, Hanafiah AK, meminta kepada mereka untuk bersabar, karena 15 menit lagi Bupati akan turun lansung menemui para warga Tokoh II, sayangnya, hampir 2 jam Bupati Jufri juga belum turun untuk menemui para warga tersebut.

Bupati Abdya, Jufri Hasanuddin Kabulkan Permintaan Warga

Tetap menunggu, akhirnya Bupati Abdya Jufri Hasanuddin lansung menemui para warga Desa Persiapan Tokoh II, dari kronologis yang disampaikan oleh masyarakat tersebut, Bupati Jufri sangat kecewa dengan kinerja pemerintah masa lalu, karena ada desa yang tidak jelas statusnya. 
“Kita bukan menyalahkan pemerintah masa lalu, namun beginilah yang namanya kebijakan yang tidak tuntas,” kata Bupati Jufri.

Kalau ingin kembali ke Desa induk, lanjut Bupati Jufri, itu hal yang tidak sulit, dan akan segera dikabulkan. 

“Saya nyatakan sepakat dengan kalian, saya tugaskan Asisten Pemerintahan segera membuat draf, untuk merevisi terhadap qanun pembentukan Kecamatan Lembah Sabil, yang mana Desa Persiapan Tokoh II digabungkan kembali kepada Tokoh Induk, Kecamatan Manggeng,” tutur Bupati Jufri.

Untuk itu, Bupati Jufri, meminta kepada warga untuk bersabar, tunggu sekitar dua bulan, karena penyelesaiannya tidak secepat itu, banyak yang harus direvisi. “Mulai hari ini akan diselesaikan sampai 2 bulan kedepan, ini waktu seper cepat yang saya berikan, dibawah itu saya tidak bisa memberikan waktu lebih singkat lagi, jangan sampai kita melanggar aturan,” demikian singkatnya. (Rizal)

To Top