Sosial

Rohingya Diurus Satu Tahun Pakai Uang IOM

Rohingya Diurus Satu Tahun Pakai Uang IOM
Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno
ACEHTERKINI.COM | Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan pemerintah hanya setahun menerima ribuan pengungsi Rohingya dan Bangladesh di Aceh. 

“Kita menolong Rohingya ini kan dalam kemanusiaan. Yang masuk kita pelihara dengan baik. Tapi bukan berarti kita mengundang yang di laut harus masuk. Tidak demikian,” kata Tedjo di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2015).

Tedjo khawatir jika ribuan pengungsi ini terlalu lama di Tanah Air. “Ini akan menimbulkan masalah sosial yang baru,” ucap Tedjo.

“Sehari dua hari, sebulan dua bulan, mereka bergabung tidak apa. Tapi nanti lama-lama penduduk yang miskin lihat, mereka datang nganggur dikasih makan dibiayai, tapi kami rakyat Indonesia sendiri kok nggak dikasih apa-apa ini. Itu akan menimbulkan permasalahan,” jelas Tedjo.

“Padahal itu uangnya (biaya hidup pengungsi Rohingya dan Bangladesh di Aceh) bukan dari Indonesia, itu dari luar,” sambung Tedjo. Ia menegaskan bahwa para pengungsi dibiayai oleh IOM (International Organization Migration).

Tedjo menambahkan pemerintah masih mengkaji para pengungsi Rohingya dan Bangladesh ini akan ditaruh dimana. Jelasnya, mereka semua sepertinya tidak akan ditempatkan di sebuah pulau khusus seperti yang diwacanakan selama ini.

“Masih dalam kajian kami, ada tim pemantau yang ke Aceh, nanti akan dipisahkan. Mungkin tidak harus pulau tersendiri, tapi daerah sendiri yang terpisah. Diberi waktu satu tahun selesai,” imbuh Tedjo. [dtc]

To Top