Hukum

Puluhan PNS Abdya dan Pelanggar Syariat Terjaring Razia

Puluhan PNS Abdya dan Pelanggar Syariat Terjaring Razia
Sejumlah PNS sedang diperiksa dalam razia PP nomor 53 dan Qanun nomor 11 tentang Penegakan Syariat Islam, Rabu (13/5/2015).

ACEHTERKINI.COM | Puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pelanggar Syariat Islam terjaring dalam razia yang digelar para Personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayahtul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yang dilancarkan selama 3 hari berturut-turut.

Razia itu dilaksanakan dalam rangka menegakkan disiplin PNS sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010, dan Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang Penegakan Syariat Islam.

Pelaksana Jabatan (PJ) Kepala Satpol PP dan WH Abdya, Riad SE melalui Kasi WH, Iin Supardi, Rabu (13/5/2015) menjelaskan, selama pelaksanaan razia tersebut, pihaknya sudah menilang puluhan PNS yang keluyuran tanpa dibekali keterangan izin keluar dari kepala instansi terkait.

Sedangkan untuk pelanggar syariat hingga hari ketiga pelaksanaan razia tersebut, sekitar 25 orang lebih yang berhasil dijaring dalam razia tersebut.
“Ini masih sebatas melakukan pembinaan dan peneguran, selanjutnya apabila terus mengulang dan masih orang yang sama tertangkap, maka kita akan proses seuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Adapun bentuk tindakan yang dilakukan, lanjut Iin Supardi, pihaknya akan mencatat nama PNS yang bersangkutan, kemudian menyerahkan nama tersebut kepada pimpinan dalam hal ini Setdakab Abdya. Kemudian untuk pelanggar Syariat, pihaknya masih sekedar mengingatkan agar jangan mengenakan pakaian ketat.

“Dominannya kaum hawa yang sering terjaring dalam razia pelanggar syariat, karena mereka sering mengenakan pakaian ketat, sementara bagi laki-laki yang mengenakan celana pendek sejauh ini belum kita temukan,” tuturnya.

Masih dikatakan Iin Supardi, selama proses razia ini berlansung, tambah Iin, tidak ada yang melakukan perlawanan, apalagi berujung tindakan kekerasan. Karena yang kita lakukan masih sebatas memberikan peringatan serta pembinaan agar tidak mengulangnya kembali, terkecuali kalau mereka bersikeras mengulang kembali, jadi jangan salahkan kami kalau dilakukan penindakan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Disamping itu, Iin berharap kepada seluruh masyarakat Abdya, supaya menerapkan syariat Islam dengan keiklasan pribadi bukan karena paksaan atau sesuatu hal. “Mari kita tegakkan Syria’at Islam ini dengan keiklasan hati bukan karena paksaan,” demikian singkatnya. (Rizal)

To Top