Pendidikan

Pemetaan Guru di Abdya Belum Optimal

Pemetaan Guru di Abdya Belum Optimal
Tim dari Dinas Pendidikan Abdya bersama Kemenag Sedang Menganalisis Pemerataan Guru 

ACEHTERKINI.COM  | Ahli Manajemen Pendidikan USAID PRIORITAS Aceh, Muhibbudin, , Jum’at (15/5/2015) menjelaskan, berdasarkan hasil pengolahan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemdikbud dan Software SIMPK-DAPODIK yang dikembangkan USAID PRIORITAS, terbukti ketidakmerataan penyebaran guru di Abdya karena masih kekurangan guru kelas (PNS) 95 orang, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 20 orang dan guru penjas sebanyak 46 orang.

Tetapi jika dilihat dari penyebaran guru pada jenjang SD, masih ada sekolah yang kelebihan guru kelas, seperti guru PAI, dan  guru Penjas.

Untuk jenjang SMP terjadi kekurangan guru mata pelajaran sebanyak 106 orang. Bila dilihat jumlah guru PNS yang tersedia terjadi kelebihan guru mata pelajaran PAI, guru PKn, dan guru IPA.

Sedangkan guru mata pelajaran lainnya  sepereti Bahasa Indonesia, Bahasa inggeris, Matematika, IPS, Seni Budaya, Penjas, TIK, Muatan Lokal, dan Bimbingan Konseling, terjadi kekurangan guru dengan jumlah yang bervariasi,  artinya penyebaran guru belum merata.

“Jika kita melihat secara keseluruhan di Abdya terjadi kekurangan guru, tetapi jika melihat pemenuhan jam mengajar guru di sekolah terjadi kekurangan jam mengajar untuk 25 persen guru. Ini berarti guru menumpuk pada sekolah dan lokasi tertentu saja,” demikian terang Muhibbudin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Abdya, Drs Yusnaidi MPd, dalam acara Lokakarya Implementasi Penataan dan Pemerataan Guru (PPG) di aula Kemenag Abdya, Rabu (13/5/2015), sekaligus membahas implementasi Peraturan Bupati (Perbub) Abdya Tentang Penataan dan Pemerataan Guru Pegawai Negeri Sipil No. 22 Tahun 2014, menyampaikan, bahwa pihaknya telah melakukan mutasi terhadap sejumlah guru.

“Untuk implementasi perbup tersebut, kami telah memutasikan 85 orang guru dan menggabungkan sebanyak 114 SD menjadi 107 SD,” sebutnya.

“Untuk itu, kami akan terus melakukan pemutasian guru, tetapi sekarang sudah berorientasi pada kebutuhan pemenuhan tugas mengajar guru dan langsung atas inisiatif guru sendiri untuk pemenuhan jam mengajarnya,” sambung Yusnaidi singkat.

Secara terpisah, Sekda Abdya, Drs Ramli Bahar memandang perlunya dikeluarkan dan diimplementasikan perbup PPG tersebut.

Alasannya perlu dilakukan penyesuaian antara kebutuhan dengan jumlah guru sehingga tidak terjadi penumpukan guru terutama di areal perkotaan hingga ke tingkat desa bahkan pelosok, supaya tidak ada sekolah yang kekurangan guru. (Rizal)

To Top