Pendidikan

Nilai Rata-Rata Hasil UN 2015 di Aceh Meningkat

Nilai Rata-Rata Hasil UN 2015 di Aceh Meningkat
Hasanuddin Darjo

ACEHTERKINI.COM | Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Hasanuddin Darjo mengatakan nilai rata-rata UJian Nasional (UN) Tahun 2015 tingkat SMA/SMK/MA ini mengalami kenaikan dari 5,6 persen tahun 2014 menjadi 6,6 persen di tahun 2015.

“Tidak ada perangkingan hasil UN secara nasional, kelulusan siswa sudah tidak lagi berdasarkan hasil Ujian Nasional,” ujar Hasanuddin Darjo, Jum’at (15/5/2015) malam.

Terkait jumlah siswa yang tidak lulus dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Aceh ini belum ada laporan. “Masih menunggu laporan dari kabupaten kota, saat ini belum ada data berapa siswa yang lulus dan tidak lulus, kemungkinan besok, Sabtu (16/5/2015) masuk datanya,” tambah Hasanuddin Darjo.

Secara nasional Rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) 2015 tingkat SMA/SMK/MA juga mengalami kenaikan sebanyak 0,3 poin dari tahun sebelumnya 61 menjadi 61,3.

“Rata-rata nilai UN mengalami kenaikan. Kekhawatiran dengan dihapuskannya UN sebagai penentu kelulusan akan membuat anak-anak malas belajar tidak terbukti,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat petang.

Indeks Integritas

Mendikbud juga menjelaskan indeks integritas yang tertinggi yakni Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan persentase indeks integritas 99 persen atau tingkat kecurangan yang hanya satu persen.

Provinsi lainnya yakni Bangka Belitung menempati peringkat kedua untuk indeks integritasnya yakni dengan raihan 95,5 persen atau tingkat kecurangan hanya 4,5 persen.

Kemudian diikuti dengan Kalimantan Utara dengan indeks intergritas 88,4 persen atau tingkat kecurangan 11,6 persen.

Bengkulu menempati posisi keempat tingkat kecurangan terendah dengan 12 persen atau indeks integritasnya 88 persen.

Selanjutnya, Kepulauan Riau dengan indeks integritas 86 persen atau dengan tingkat kecurangan 14 persen.

Gorontalo meraih indeks integritas 80 persen atau tingkat kecurangannya 20 persen. Diikuti dengan Nusa Tenggara Timur, indeks integritas 79,6 persen atau tingkat kecurangan 20,4 persen.

Untuk UN berbasis komputer sama sekali tidak ada kecurangan karena soalnya berbeda untuk tiap siswa. Hasil UN berbasis komputer pada daerah dengan indeks integritas baik tidak menunjukkan perbedaan signifikan dengan UN berbasis kertas.

Sedangkan pada daerah dengan indeks integritas UN yang relatif rendah, terdapat perbedaan hasil UN berbasis komputer yang lebih rendah daripada UN berbasis kertas. [ate]

To Top