Lingkungan

Hutan Mangrove Langsa Dijadikan Wisata dan Pendidikan

Hutan Mangrove Langsa Dijadikan Wisata dan Pendidikan
Walikota Langsa, Usman Abdullah mengunjungi Kawasan Hutan Mangrove di Kota Langsa, Minggu 3 Mei 2015

ACEHTERKINI.COM |  Kawasan hutan mangrove Kuala Langsa membutuhkan perhatian yang sangat serius. Wali Kota Langsa, Tgk Usman Abdullah berharap Pemerintah Pusat melalui Kementerian terkait segera merealisasikan kegiatan pemulihan kawasan hutan mangrove yang dijadikan sebagai tempat wisata dan pendidikan.

“Pemerintah daerah sangat terbatas dalam pendanaan, karena itu, Pusat harus komit dengan mengembangkan hutan Langsa sebagai satu-satuya situs mangrove yang masih ada di Aceh,” pungkas Wali Kota Langsa.

“Hutan itu harus bisa memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar hutan, karena itu, sebaiknya masterplan pengelolaan kawasan mangrove Kuala Langsa dapat disiapkan sesuai dengan kearifan local,” sambung Rafly dalam Focus Group Discussion (FGD) perlindungan kawasan ekosistem mangrove, Minggu (3/5/2015).

Sementara iu Direktur Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Ir Herudojo Tjiptono mengatakan peran ekosistem mangrove juga sebagai tempat berlindung dan berkembangbiak berbagai jenis burung, mamalia, reptil, dan serangga dan juga sebagai tempat menyediakan hasil hutan, sebagai tempat wisata alam. Mangrove juga menjadi tempat penyimpanan karbon yang tinggi, penyerap polutan, serta sebagai peneliti dan pendidikan

Ia menambahkan, Kementerian siap memfasilitasi program usulan Pemerintah Kota Langsa untuk mendukung kebijakan pelestarian mangrove di pantai timur Aceh.

“Saya salut dengan komitmen Wali Kota Langsa yang ingin mengembangkan kawasan mangrove di Langsa sebagai tujuan wisata dan pendidikan,” kata Heru. [Ratno]

To Top