Ekonomi

Harga Mulai Naik, Petani Abdya Diminta Hati-Hati Dengan Rentenir

ACEHTERKINI.COM | Harga untuk komoditi perkebunan seperti pinang, coklat (cacao) dan tandan buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) merangkak naik secara pelan-pelan. Hal itu tentunya akan membuat para petani di Abdya terbantu.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM), Arif Irfan, Selasa (12/5/2015) menyebutkan, sejumlah komoditi perkebunan di Abdya mengalami kenaikan harga dalam waktu singkat, yang dibuktikan dengan hasil survei harga di lapangan baik ditingkat agen besar, maupun pengepul di lapangan.

Harga pinang kering untuk pekan ini berkisar antara Rp.15 ribu sampai Rp.16 ribu per kilogram, pinang basah berkisar antara Rp.13 ribu sampai Rp.14 ribu per kilogram. Sedangkan pada pekan lalu, harga komoditi dimaksud baik kering maupun basah kurang Rp.1 ribu per kilogram dari harga di pasaran saat ini.

Begitu juga dengan harga cacao mengalami kenaikan harga mencapai Rp.1 ribu per kilogram dari harga pada pekan lalu. Harga cacao kering dalam pekan ini Rp.26 ribu per kilogram dan yang basah Rp.25 ribu per kilogram. Sedangkan untuk harga pada pekan lalu hanya berkisar antara Rp.23 ribu sampai Rp.24 per kilogram.

Lain halnya dengan harga TBS sawit yang mengalami kenaikan harga tidak terlalu jauh dari harga sebelumnya. Pada pekan lalu, harga TBS sawit ditingkat pengepul hanya mencapai Rp.1 ribu per kilogram, namun dalam pekan ini mengalami kenaikan harga sekitar Rp.150 dalam setiap kilogramnya.

Ia mengharapkan agar para petani di Abdya untuk menjual hasil pertaniannya langsung ke penampung atau agen besar bukan melalui pedagang keliling. Sebab kadangkala antara harga beli ditingkat agen besar dengan pedagang keliling terjadi selisih antara Rp.1 ribu sampai Rp 2 ribu. Sehingga, para petani akan dirugikan.

“Harga setiap hari atau setiap pekannya bisa berubah, tergantung pemintaan pasar dan persediaan komoditi di lapangan. Para petani juga harus lebih jeli dalam menjual hasil kebunnya, agar tidak terpedaya dengan rayuan para pedagang keliling yang membeli dengan harga murah,”demikian imbuhnya. [Rizal]

To Top