Ekonomi

Harga Gas Elpiji 3 Kg di Abdya Melambung Tinggi

ACEHTERKINI.COM | Harga isi ulang Gas Elpiji 3 Kilogram (Kg) bersubsidi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melambung hingga mencapai Rp35 ribu. Mahalnya harga tersebut terjadi ditingkat pengecer, padahal pangkalan sudah menjual dengan harga antara Rp18 ribu sampai Rp20 ribu pertabung.

Disamping itu, Pemerintah juga sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) subsidi Rp18 ribu untuk isi tabung gas elpiji 3 kg, jadi tidak ada alasan harus dijual dengan harga di atas HET.

Jalisam, seorang warga di Kecamatan Tangan-Tangan, mengaku kecewa dengan mahalnya harga gas elpiji 3 kg tersebut. padahal beberapa waktu sebelumnya ia sempat membeli gas tersebut dengan harga Rp22 ribu pertabung, namun saat ini ia harus menerima harga dari pengecer hingga Rp35 ribu.

“Ini patut dipertanyakan, kenapa harga begitu tinggi, padahal pemerintah sudah menetapkan harga gas elpiji bersubsidi Rp18 ribu pertabung,” tuturnya.

Bukan hanya di Tangan-Tangan, Rosmidar warga Kecamatan Manggeng, juga mengalami hal yang serupa, saat ia membeli gas elpiji 3 kg, didapati dengan harga Rp27 ribu pertabung. “Saya heran, kadang-kadang pengecer menaikkan harga sesuka hati, ada yang jual Rp25 ribu malah ada yang jual sampai Rp27 ribu,” pungkasnya.

Terkait dengan hal itu, Ketua Komisi B DPRK Abdya, Dedi Suherman, Rabu (20/5/2015) yang membidangi masalah perdagangan, berjanjin akan melakukan sidak ke sejumlah pengecer tabung gas elpiji 3 kg di wilayah Abdya. Harapannya agar masyarakat tidak merasa kesusahan lagi dengan harga yang melambung tinggi.

“Kita pastikan dalam waktu dekat akan turun ke lapangan, sebab harga tersebut terlalu tinggi, karena harga yang sudah ditetapkan tidak bisa lagi diutak-atik,” ujarnya.

Setalah mendapatkan hasilnya, lanjut Dedi, pihaknya akan segera melakukan musyawarah dengan pimpinan termasuk menghadirkan pihak instansi terkait dalam hal ini Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Abdya.

“Kita pastikan harus segera ditindak, andai itu benar terjadi, dinas terkait jangan hanya diam saja, lakukan pengawasan terkait hal itu, karena dalam hal ini masyarakat yang teraniaya,” terangnya singkat. [Rizal]

To Top