Ekonomi

Gubernur Aceh : Bangun Rumah Butuh Rp 90 Juta Per Unit

Gubernur Aceh : Bangun Rumah Butuh Rp 90 Juta Per Unit
Zaini Abdullah

ACEHTERKINI.COM | Gubernur Aceh, Zaini Abdullah meminta dukungan Komisi V DPR RI terkait program rumah bersubsidi di Provinsi Aceh. Hal itu disampaikan Zaini saat menerima kunjungan kerja pimpinan bersama anggota Komisi V DPR RI di Pendapa Gubernur, Senin, 4 Mei 2015 malam.

Dikatakan Zaini, selain pembangunan infrastruktur jalan raya, Pemerintah Aceh juga akan membenahi sektor perumahan bagi rakyat Aceh.

“karena, ada ribuan keluarga yang belum punya rumah saat ini dan masih ada yang tinggal di rumah yang tidak layak huni,”jelas Gubernur.

Saat ini, terang Doto Zaini, biaya pembangunan rumah semakin melonjak seiring naiknya harga material bangunan. Kalau tiga tahun lalu butuh Rp 50 juta untuk membangun rumah tipe 36, sekarang minimal butuh 90 juta.

Gubernur Zaini Abdullah juga menyinggung masalah air bersih. Menurutnya, ini juga hal serius yang harus ditangani saat ini.

“Kami bersyukur, Komisi V akan melihat Bendungan Karet di Aceh Besar, yaitu Bendungan yang merupakan pembatas antara air sungai dan air laut. Mudah-mudahan kunjungan di lokasi itu bisa melihat kondisi terkini yang terjadi di sana,” pungkas Zaini Abdullah.

Menurut rencananya Komisi V DPR RI akan meninjau bendungan karet di perbatasan Pidie-Aceh Besar, Selasa (5/5/2015).

Selain meninjau konektivitas akses perhubungan darat, Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemy Francis menyatakan, program perumahan dan hunian kumuh juga menjadi prioritas dari kunjungan komisi V ke Bumi Serambi Mekkah ini.

“Dan besok kami akan ke Aceh Besar, meninjau bendungan karet, harapan kami program ini menjadi pilot projek untuk daerah lainnya di Indonesia,”pungkas politis Partai Gerindra itu.

Kunjungan delegasi anggota komisi V DPR RI yang dipimpin langsung Ketua Komisi V, Fary Djemy Francis ke Bumi Serambi Mekkah ini mengikutsertakan antara lain, Sukur Nababan (PDIP), Markus Narin (Golkar), Salim Bakri (Golkar), Rita Sahara (Gerindra), Ede Rizki Pratama (Gerindra), Musa Zainuddin (PKB), Zasirul A Wahid (PKB) Sigit S (PKS), Sehat Nababan dan Meriam A Gani (Hanura). Juga turut didampingi pejabat dari jajaran mitra kerja komisi V DPR RI. [red]

To Top