Ekonomi

Eksportir Kopi Gayo Akan Hadiri World Coffee Expo di Swedia

Eksportir Kopi Gayo Akan Hadiri World Coffee Expo di Swedia
Pertemuan Membahas Kehadiran Brafax World Coffee Expo di Swedia, 8 Mei 2015

ACEHTERKINI.COM | Badan Investasi dan Promosi Aceh bersama Pemerintah Aceh Tengah, Bener Meriah dan Eksportir Kopi Gayo melakukan persiapan untuk menghadiri expo kopi di Gothenburg, Swedia bertajuk Brafax World Coffee Expo yang direncanakan berlangsung 16-18 Juni 2015.

Pertemuan ini sekaligus membahas terkait rencana kunjungan Tim SCAE (Specialty Coffee Associiation of Europe) Uni Eropa ke Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah pada tanggal 16-25 Nopember 2015 mendatang.

Eksportir Kopi Gayo, Haji Rasyid mengatakan Green Bean Kopi Gayo rutin dikirim ke Negara Amerika, Inggris, Jerman dan Belanda. “Kendatipun demikian masih relative kesulitan menembus pasar Uni Eropa khususnya untuk Negara Skandinavia,” ujarnya dalam pertemuan Jum’at (8/5/2015).

Kepala Bainprom Aceh, Iskandar mengatakan rencana mengikuti expo sudah dipersiapkan sejak jauh hari, diawali dengan pertemuan Gubernur Aceh dengan Duta Besar RI untuk Belgia pada acara Marketing Investment Indonesia (MII) pada 2013 silam di Brussels Belgia.

“Dari beberapa kali pertemuan dan surat-menyurat terlihat dukungan sangat besar diberikan oleh KBRI Brussels untuk Aceh dapat berpartisipasi dalam expo kopi yang akan digelar,” ujar Iskandar

Dikatakan Iskandar, Uni Eropa merupakan pasar kopi yang sangat menarik, karena 45 persen permintaan kopi dunia berasal dari negara-negara Uni Eropa.

“Jumlah penduduk Uni Eropa mencapai 500 juta jiwa, dengan konsumsi kopi rata-rata perjiwa sebanyak 5 Kilogram, sehingga sangat potensial untuk pasar kopi,” ujar Iskandar

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengakui pangsa pasar kopi gayo selama ini lebih besar ke Amerika, sedangkan uni eropa walaupun ada masih relatif kecil.

“pihaknya sangat mendukung keikutsertaan kopi gayo dalam expo di Swedia selain sebagai media promosi juga diharapkan langsung terjadi transaksi bisnis antara buyers dengan eksportir,” ujar Nasaruddin.

Disebutkan Nasaruddin setiap tahun berkisar 20 ribu ton kopi Gayo asal Kabupaten Aceh Tengah diekspor keluar negeri.

Bupati Bener Meriah, Ruslan Abdul Gani mengatakan kopi gayo itu unik karena dikelola secara organic. “yang bilang unik bukan orang Gayo tapi orang luar, semua rasa kopi dunia ada di Gayo,” kata Ruslan yang turut optimis daerahnya bisa bersaing dengan diberlakukannya pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). [red]

To Top