Sosial

DPR Desak UNHCR Berikan Status untuk Muslim Rohingya

DPR Desak UNHCR Berikan Status untuk Muslim Rohingya
Nasir Djamil

ACEHTERKINI.COM | Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia mendesak Badan PBB yang memberikan perlindungan permasalahan pengungsi UNHCR memberikan status kepada Imigran asal Rohingya dan Bangladesh di Aceh.

Hal itu dikatakan anggota Komisi II DPR RI, Nasir Djamil, Rabu (21/5/2015). Dihubungi acehterkini, Nasir Djamil mengatakan persoalan pengungsi di Aceh itu adalah tanggung jawab UNHCR dan IOM.

“DPR mendesak agar Badan PBB itu segera memberikan status kepada Rohingya dan warga Bangladesh supaya bisa ditinggal di Indonesia,” kata Nasir Djamil.

Menurutnya, Pemerintah Indonesia tidak bisa banyak berbuat menangani masalah pengungsi tersebut, pasalnya Indonesia belum meratifikasi Konvensi Internasional tahun 1951 dan Protokol 1967 tentang Status Pengungsi, maka pemerintah tak bisa langsung menetapkan status para imigran tersebut sebagai pencari suaka atau pengungsi.

Walaupun demikian, tambah Nasir Djamil, Indonesia memiliki  UU No.37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri yang mengamanatkan tentang pengungsi dan pencari suaka.

“Kita juga akan bentuk Tim di DPR mengapa Indonesia belum meratifikasi konvensi International tersebut,apa kendalanya,” ujar Politikus asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

UNHCR punya kewenangan dan bisa menilai apakah muslim Rohingya dan warga Bangladesh ini bisa menjadi bahagian dari Warga Negara Indonesia atau bisa juga imigran tersebut di deportasi.

Tambah Nasir Djamil, UNHCR bisa memberikan status atau sertifikat pengungsi kepada Muslim Rohingya dan warga Bangladesh tersebut. “Ini sangat tergantung pada penilaian UNHCR,” demikian anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil.

Diketahui, Imigran asal Myanmar dan Bangladesh masuk di perairan Aceh sejak 15 Mei 2015 lalu. Ratusan pengungsi ini dibantu kapal-kapal nelayan Aceh dibawa bersandar di Aceh Utara, Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur. Jumlah pengungsi ini akan terus bertambah.

Saat ini jumlah pengungsi Muslim Rohingya dan warga Bangladesh ini diperkirakan sudah hampir mencapai 2.000 jiwa yang terdiri dari anak-anak, perempuan dan laki-laki.

Masyarakat dan Pemerintah Aceh terus melakukan aksi solidaritas membantu Muslim Rohingya.
Aliansi Masyarakat Aceh Peduli Rohingya juga mendesak PBB untuk segera membantu dan memberikan status kepada Rohingya di Aceh. [ate]

To Top