Hukum

Café dan Hotel Digerebek, 22 Orang Diamankan Polisi Syariat Islam

Tiga Orang Wanita Muda Ini Diamankan Polisi WH dari Salah Satu Hotel di Banda Aceh pada Saat Razia Minggu, 24 Mei 2015, Dinihari. 

ACEHTERKINI.COM | Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal bersama Polisi Syariat Islam melakukan razia rutin menjelang Bulan Suci Ramadhan 1436 H. Dalam razia tersebut, pertugas mengamankan 22 orang pria dan wanita serta waria yang diduga telah melakukan pelanggaran terhadap Syariat Islam.

Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, Yusnardi mengatakan kegiatan ini rutin dilakukan. “Sambil melakukan sosialisasi penerapan Syariat Islam, kita menemukan masih ada warga yang melanggar,” ujarnya, Minggu (24/5/2015) dinihari.

Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal juga turun langsung dalam razia tersebut sampai Minggu (24/5/2015), dinihari tadi. Illiza mengaku kaget masih ada pemilik café yang tidak mengindahkan teguran Pemerintah Kota Banda Aceh.

“Kita sudah menegur pemilik café, tapi tidak digubris. Sehingga hari ini kita lakukan penyitaan meja dan 90 set batu domino,” ujar Illiza di salah satu café di kawasan Lamnyong, Kota Banda Aceh.

Amatan lansung acehterkini, mengawali razia, Walikota Banda Aceh bersama Petugas Wilayatul Hisbah (WH) dan aparat kepolisian meninjau kawasan Lamteh yang berbatasan langsung dengan Kawasan Ulee Lheue. Disitu Pemerintah Kota Banda Aceh melakukan sosialisasi Syariat Islam dan menghimbau warga yang non muhrim agar tidak sampai larut malam di café-café.

Kemudian petugas melanjutkan razia ke salah satu café di Simpang Lima, Pusat Kota Banda Aceh. Di Café G (red- huruf pertama nama cafe) itu, petugas WH bersama Polisi menemukan pasangan muda-mudi sedang karaoke di lantai atas. Petugas WH mengamankan 16 orang muda-mudi dan satu orang waria, lalu di bawa ke kantor WH.

“Café itu sudah melanggar karena sudah melewati pukul 23.00 wib masih menyediakan fasilitas karaoke, kita akan tegur pemiliknya,” ujar Illiza.

Setelah dari situ, petugas WH melanjutkan razia di salah satu café di Kawasan Lamnyong Banda Aceh yang selama ini digunakan sebagai lapak batu domino.

Lagi, Illiza bersama petugas WH menemukan ratusan warga sedang asik bermain batu domino. Sambil menghimbau, petugas WH mengamankan 90 set batu domino beserta meja dan minuman kaleng bir bintang (red-nol persen alkohol). Pemilik café itu juga di bawa ke kantor WH.

Beranjak dari café itu, Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, Yusnardi memimpin razia ke hotel-hotel. Petugas menuju kawasan Luengbata, ada dua hotel yang diperiksa petugas. Hotel pertama di Kelurahan Panterik, petugas tidak menemukan pelanggar Syariat Islam setelah mengedor lima kamar hotel secara acak.

Kemudian sasaran terakhir, Hotel di Kelurahan Cot Mesjid. Disitu petugas WH menemukan enam orang pelanggar Syariat Islam, tiga perempuan muda asal Banda Aceh dan tiga anak laki yang masih muda belia dalam satu kamar di lantai II, Minggu (24/5/2015) sekitar pukul 03.30 wib. Petugas membawa keenam orang ini ke kantor WH Banda Aceh.

Dalam razia satu malam itu, Polisi Syariat Islam Kota Banda Aceh berhasil mengamankan 22 orang yang diduga telah melakukan pelanggaran terhadap Syariat Islam. Hingga berita ini diturunkan, 22 orang itu masih menginap di Kantor WH Kota Banda Aceh dan sedang dilakukan pendataan. [ate]

To Top