Layanan Publik

Bupati Keluarkan Surat Perintah Plt untuk 2 Pejabat di Abdya

Bupati Keluarkan Surat Perintah Plt untuk 2 Pejabat di Abdya
Jufri Hasanuddin
ACEHTERKINI.COM | Demi kelancaran proses administrasi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Bupati Abdya Jufri Hasanuddin menunjuk H Hamdani selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil, pasalnya, Kadis yang lama M Nasir G, sedang menjalani proses hukum selama 20 hari kedepan di Polda Aceh.

Bukan hanya Kadisdukcapil saja, Kepala Bagian (Kabag) Persidangan dan Risalah pada Sekretariat DPRK Abdya, Said Jailani juga bernasib sama, karena telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polda Aceh, dengan demikian Bupati Jufri menunjuk Mulyani SSos, selaku Plt pada bidang tersebut.

Bupati Abdya Jufri Hasanuddin, mengeluarkan dua lembar Surat Perintah untuk Plt Kadisdukcapil Abdya H Hamdani dengan nomor BKPP.875.1/104/2015 terhitung mulai tanggal 25 Mei 2015, disamping tugas pokok sebagai Sekretaris Disdukcapil Abdya juga merangkap sebagai Plt Kadis.

Sementara Mulyani SSos, ditunjuk sebagai Plt Kabag Persidangan dan Risalah di Sekretariat DPRK Abdya dengan Surat Perintah nomor BKPP/875.1/105/2015, terhitung mulai tanggal 25 Mei 2015 disamping tugas pokok sebagai Kasubbag Risalah pada ruang dimaksud.

Kepala BKPP Abdya, Edy Darianto, Selasa (26/5/2015) mengatakan, penunjukan Plt itu sesuai dengan surat perintah yang ditandatangani Bupati Abdya Jufri Hasanuddin pada tanggal 25 Mei 2015 kemaren, mengingat para pejabat yang diganti tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polda Aceh selama 20 hari kedepan dan sampai adanya keputusan lebih lanjut.

“Kebijakan itu diambil, mengingat banyaknya pekerjaan yang harus segara diselesaikan oleh Kadis dan Kabag dimaksud, sehingga untuk kelancaran administrasi maka perlu di tunjuk sementara sebagai pelaksana tugas dari instansi yang bersangkutan,” demikian singkatnya.

Polda Aceh menahan M Nasir G dan Said Jailani, terkait dengan kasus pembebasan tanah negara untuk pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) di Desa Lhok Gayo, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Abdya yang merugikan negara sekitar Rp.793,5 juta.

Bersama mereka juga telah ditahan mantan Bupati Abdya Akmal Ibrahim dan juga mantan Sekda Abdya Yufrizal S Umar dalam kasus yang serupa, sehingga mereka berempat harus terkurung dibalik jeruji besi. (Rizal)

To Top