Hukum

Besok, KKP Tenggelamkan Satu Kapal Asing di Aceh

ACEHTERKINI.COM | Penenggelaman kapal pencuri ikan atau illegal fishing terus digeber. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama TNI-AL besok (20/5/2015) akan menenggelamkan 41 kapal yang telah dinyatakan terbukti melakukan illegal fishing di perairan Indonesia. Salah satunya kapal yang ditangkap Polisi Air Kepolisian Resor Kuala Langsa, 26 Maret 2015.

“Semuanya (ke-41 kapal, Red) akan kami tenggelamkan pada 20 Mei pukul 10.00 WIB. Kapal-kapal itu berasal dari Thailand, Vietnam, Tiongkok, Malaysia, dan Filipina,” jelas Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Asep Burhanudin di Gedung Mina Bahari I KKP, Jakarta, dilansir dari Indopos.

Menurut Asep, KKP akan kembali bekerja sama dengan TNI-AL dalam penenggelaman besok. “Sebanyak 19 kapal akan ditenggelamkan KKP, Sisanya TNI-AL,” ujarnya.

Asep menjelaskan, penenggelaman yang dilakukan KKP akan dilakukan di empat lokasi di antaranya Aceh, Medan, Pontianak, dan Bitung. Sedangkan, TNI-AL dipusatkan di Ranai, Tanjung Balai,

Kadispen TNI AL, Manahan Simorangkir mengatakan hanya satu kapal asing yang ditenggelamkan di Aceh yaitu di Lhokseumawe.

Catatan media ini, kapal yang akan ditenggelamkan di Aceh adalah kapal yang berbendera Thailand yang di paksa bersandar oleh Polisi Air Kepolisian Resor Kuala Langsa, 26 Maret 2015. Kapal itu menangkap ikan di perairan Aceh.

Pelanggarannya bermacam-macam. Di antaranya melakukan penangkapan ikan tanpa dokumen izin lengkap (SIPI/ SIKPI), pengangkutan dan pendaratan ikan dari negara lain tanpa dilengkapi Sertifikat Kesehatan Perikanan, dan melakukan penangkapan ikan secara masal dengan menggunakan ABK asing. [red/sad]

To Top