Video

Aksi KODAM FPI di Banda Aceh Dihadang Polisi

Aksi KODAM FPI di Banda Aceh Dihadang Polisi
Aksi KODAM FPI Banda Aceh, Sabtu, 16 Mei 2015 malam

ACEHTERKINI.COM | Razia yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) di Kota Banda Aceh dihadang oleh petugas Polisi dari Polres Kota Banda Aceh, Sabtu (16/5/2015) malam.

Kepala Bagian Operasional Polresta Banda Aceh, Charli menghentikan sementara Aksi Konvoi Damai Anti Maksiat (KODAM) di Kawasan Punge, Kota Banda Aceh. Puluhan anggota Polresta Banda Aceh berjaga-jaga dipersimpangan jalan.

Kabag Ops Polresta, Charli berdialog dengan Ketua FPI Banda Aceh, Abu Pusong. Dalam dialog yang disaksikan masyarakat umum itu, Polisi meminta agar razia yang dilakukan FPI bisa bersama-sama dengan Polisi Wilayatul Hisbah dan Satpol PP dan tidak menganggu aktifitas masyarakat.

“Kami siap membackup aksi ini jika bersama-sama dilakukan bersama dengan Polisi Syariat Islam (WH),” ujar Charli.

Charli berharap agar aksi yang dilakukan FPI ini tidak menganggu lalu lintas dan tidak anarkis. Menyahuti permintaan Kabag Ops Polresta itu, Abu Pusong berjanji bersama puluhan anggota FPI tidak melakukan anarkis dan hanya berorasi menghimbau perempuan yang masih berkeliaran di café-café pada larut malam agar pulang ke rumah.

Abu Pusong meminta agar Polisi memberikan pengawalan selama razia KODAM itu berlangsung. Aksi terus dilanjutkan sampai ke Darussalam, Ulee Kareeng, Simpang Surabaya dan selesai di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh hingga, Minggu (17/5/2015) sekitar pukul 01.15 wib.

Dijumpai acehterkini dinihari tadi, Abu Pusong mengatakan aksi KODAM ini akan rutin dilakukan setiap malam minggu. “Kami hanya melakukan sosialisasi Qanun Syariat Islam dan meminta agar anak-anak perempuan tidak berada di café-café pada larut malam apalagi kumpul-kumpul bersama non muhrim,” ujarnya.

Abu Pusong berjanji akan selalu melakukan koodirnasi dengan Polisi, Wilayatul Hisbah dan Satpol PP sebelum melakukan razia.

Amatan media ini, usai ceramah Isra Mi’raj di Masjid Raya Baiturrahman, puluhan anggota FPI dan LPI bergerak dari Mesjid Teuku Umar di Setui menuju kawasan Ulee Lheue. Mereka menegur dan menghimbau perempuan yang sedang bersama non muhrim di café-café untuk pulang ke rumah. [ate]

To Top