Sosial

Aceh Perlu Bangun Rumah Detensi Imigrasi

Aceh Perlu Bangun Rumah Detensi Imigrasi
Pengungsi Rohingya [internet]

ACEHTERKINI.COM | Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil mengatakan Pemerintah Aceh kedepan harus memikirkan untuk membangun Rumah Detensi Imigrasi sebagai tempat penampungan semetara pengungsi.

“Peristiwa masuknya pengungsi Rohingya dan warga Bangladesh ke Aceh menjadi pengalaman bagaimana perlunya membangun Rumah Detensi Imigrasi di Aceh,” ujar Nasir Djamil saat dihubungi acehterkini, Kamis (21/5/2015).

“Aceh belum ada Rumah Detensi Imigrasi, kecuali Medan, Sumatera Utara,” katanya lagi.

Ditelusuri media ini, ada 13 Rumah Detensi Imigrasi di seluruh Indonesia, yaitu di Tanjung Pinang, Balikpapan, Denpasar, DKI Jakarta, Kupang, Makassar, Manado, Medan, Pekanbaru, Pontianak, Semarang, Surabaya dan Jayapura.

Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1992 Tentang Keimigrasian dikenal adanya Karantina Imigrasi. Kemudian keluar Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor F-1002.PR.02.10 Tahun 2006 tentang tata cara pendetensian orang asing. Namun berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman dan HAM RI Nomor M.01.PR.07.04 Tahun 2004 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Detensi Imigrasi, maka sejak itulah istilah karantina imigrasi berganti nama menjadi Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim).

Rumah Detensi Imigrasi  menjadi tempat penampungan sementara bagi pencari suaka ataupun pengungsi yang datang ke Indonesia. [red]

To Top