Sosial

Raqan Perlindungan Satwa Ternyata Usulan Bardan Sahidi

Bardan Sahidi
ACEHTERKINI.COM | Rancangan Qanun Aceh tentang Perlindungan Satwa di Aceh ternyata muncul dari salah seorang anggota dewan Dapil Aceh Tengah dan Bener Meriah, Bardan Sahidi.
Kepada acehterkini, ia mengatakan bukan saja judul Raqan tersebut tapi juga ada satu judul lagi yang saya usulkan yaitu Rancangan Qanun Aceh Tentang Niaga Kopi Gayo dan telah masuk dalam Prolega lima tahunan masa kerja DPRA periode 2014-2019. 
“Sudah kita siapkan naskah akademiknya,” ujar Bardan Sahidi, Jum’at (3/4/2015). 
Raqan Perlindungan Satwa sangat diperlukan di Aceh. Menurutnya banyak burung cempala kuneng di wilayah pesisir Aceh hilang dan tidak lagi menjadi icon daerah. 
Kemudian kehilangan badak dan gading gajah, burung rangkong, trenggiling dan harimau sumatera terus diburu. Konflik satwa dengan manusian juga sangat sering terjadi.
Raqan ini juga menguatkan kearifan lokal masyarakat terkait perburuan satwa. 
“Masyarakat punya kearifan lokal yaitu waktu berburu hanya dilakukan menyambut Meugang (red- hari daging) dan hari raya. Kemudian rusa yang lagi hamil juga tidak diburu, ini kearifan lokal yang mesti dikuatkan lagi,” kata Bardan Sahidi.
Selain itu peran BKSDA sebagai lembaga dari pusat yang ditempatkan di daerah juga perlu diperhatikan. “Tugas BKSDA di Aceh tidak berbanding sama dengan penempatan anggarannya, ini akan menjadi kesulitan dalam menangani berbagai hal terkait satwa di Aceh,” katanya. [ate]

To Top