Lingkungan

Norwegia: Hutan Indonesia Hilang Dijadikan Sawit

Foto Ilustrasi

ACEHTERKINI.COM | Perdana Menteri Norwegia, Erna Solberg, melakukan kunjungan perdananya ke Indonesia pada hari Selasa, 14 April 2015. Kunjungan kenegaraan yang akan berlangsung selama tiga hari hingga 16 April 2015 mendatang ini dilakukan dalam rangka menjalin kerjasama bilateral yang lebih erat antar kedua negara di berbagai bidang mulai dari energi, kelautan dan perikanan.

Meski begitu, Solberg juga mengungkapkan salah satu alasan dirinya berkunjung ke Indonesia adalah untuk mengurus investasi pihaknya dan perusahaan Norwegia dengan pemerintah Indonesia dalam hal perlindungan hutan hujan tropis.

Sebelumnya Norwegia pernah berjanji akan memberi dana sebesar US$1 miliar untuk memperlambat hilangnya hutan-hutan di Indonesia yang banyak dijadikan perkebunan kelapa sawit. Hal ini merupakan bagian dari perjanjian pencegahan perubahan iklim di dunia.

“Kami memiliki kesepakatan dengan pemerintah Indonesia dalam mensuplai dana untuk perlindungan tadi jika Indonesia mampu melindungi hutan hujan tropis mereka,” ungkap Solberg saat ditemui seusai melakukan pertemuan bertajuk “Norwegian Energy and Maritime Oppurtunities in Indonesia” yang digelar Kedutaan Besar Norwegia di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa, 12 April 2015.

Ia juga mengatakan pihaknya memiliki harapan besar pada kemitraan dengan Indonesia sebagai negara yang memiliki hutan hujan tropis terbesar ketiga setelah Amazon dan Basin Kongo.

“Tentu saja presiden Indonesia yang baru merupakan aktivis yang sangat peduli pada area ini. Dengan pemerintah baru ini kami ingin memastikan bahwa semuanya akan berjalan ke arah yang tepat dan kami yakin itu akan terjadi,” tambahnya.

Sejauh ini, Norwegia telah membayar hampir US$50 juta untuk Indonesia dari US$1 miliar yang dijanjikan. Dana tersebut digunakan untuk membentuk lembaga baru yang konsen terhadap pembalakan hutan.

Norwegia selama ini memang dikenal sebagai negara yang dermawan akan pelestarian hutan tropis di dunia. Proyek serupa berupa US$1 miliiar diberikan kepada Brasil serta program serupa, namun lebih kecil dananya untuk negara Guyana dan Tanzania.

[Vivanews]

To Top