Lingkungan

Monyet ‘Obrak Abrik’ Kebun Warga di Abdya

Monyet ‘Obrak Abrik’ Kebun Warga di Abdya
(Macaca fascicularis) 

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah kawanan monyet mengobrak abrik tanaman warga di Kecamatan Lembah Sabil dan Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Hal itu membuat warga di dua kecamatan tersebut resah.

Zainal Yunus, salah satu warga Desa Ujung Tanah, Kecamatan Lembah Sabil kepada wartawan Senin (27/4/2015) menjelaskan, kawanan monyet itu telah merusak sejumlah lahan perkebunan yang didalamnya terdapat Pohon Kelapa, Pisang, Sayur-Sayuran dan jenis tanaman lainnya.

“bukan hanya itu , kawanan monyet juga mulai masuk kepemukiman warga dan mencuri makanan saat rumah ditinggal kerja pemiliknya,” kata Zainal.

“Binatang itu sudah mulai masuk dapur-dapur penduduk, semua makanan diambil, bahkan yang lebih ngerinya kedatangan binatang itu menimbulkan trauma bagi anak-anak maupun bayi yang masih di ayunan,”jelasnya singkat.

Sudah berbagai macam upaya dilakukan oleh warga, akan tetapi usaha yang dilakukan tidak membuahkan hasil, binatang-binatang itu bersembunyi di semak-semak dan pepohonan tinggi saat warga memburunya.

“Untuk itu, kami sangat mengharapkan bantuan pihak terkait guna menghalau binatang yang katanya dilindungi itu agar desa kami kembali tentram, hasil kebun kami juga bisa kembali di panen,”kata Sariani warga lain di Desa Mesjid, Kecamatan Tangan-Tangan.

Terkait dengan hal itu, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Abdya, Azwar, yang turun mengecek ke lokasi pada Jum’at (24/4/2015) lalu, mengatakan pihaknya segera membuat laporan dan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banda Aceh guna menyelesaikan permasalahan gangguan monyet yang sangat meresahkan warga itu.

“Kami sudah turun langsung ke perkebunan penduduk, kita pastikan puluhan hektar kebun warga sudah tidak menghasilkan apa-apa, karena gangguan monyet yang kian mengganas, maka dari itu kita perlu koordinasi dengan pihak BKSDA karena menyangkut binatang yang dilindungi,” tuturnya.

Secara terpisah, Kepala BKSDA Tapaktuan, Wirly yang yang dihubungi wartawan melalui ponselnya memberikan pernyataan yang berbeda dengan Azwar, katanya, monyet warna abu-abu dengan ekor panjang (Macaca fascicularis) bukan satwa yang dilindungi, pihaknya merekomendasikan agar binatang itu dibunuh jika memang sudah sangat meresahkan warga.

“Meskipun demikian, alangkah baiknya kita cari solusi lain dulu, membunuh binatang itu merupakan pilihan terakhir, kita akan tanyakan kembali ke Banda Aceh,” katanya singkat yang mengaku kalau dirinya sedang berada di daerah Tapaktuan. [Rizal]

To Top