Layanan Publik

Komputer Minim, Banda Aceh Tidak Bisa Ikut Ujian Online

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Hasanuddin Darjo melakukan jumpa pers terkait UN Tahun 2015
ACEHTERKINI.COM | Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Kota Banda Aceh tahun 2015 ini tidak bisa dilakukan secara online. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Banda Aceh, Syaridin mengatakan jumlah ketersediaan komputer di sekolah-sekolah masih sangat minim.
“Tahun ini ada kita buat pengadaan komputer untuk sekolah-sekolah. Ini tahun pertama uji coba pelaksanaan Ujian Nasional (UN) secara online,” kata Syaridin kepada acehterkini, Jum’at (10/4/2015). 
Menurut Syaridin, semua sekolah di Banda Aceh sudah memiliki jaringan internet dan sudah menerapkan TIK dalam pembelajaran. Tapi jumlah komputer yang dimiliki tidak sebanding dengan jumlah peserta UN tiap tahun. 
“Kita akan lihat apakah memang betul pelaksanaan UN secara online lebih murah dan mudah, tahun ini uji coba. Banyak daerah-daerah di Indonesia lain yang juga sudah menerapkan TIK dalam pembelajaran tidak bisa ikut Ujian Nasional (UN) secara online,” katanya mencontohkan daerah Pangkal Pinang.  
Saat ini masing-masing sekolah baru memiliki minimal 32 unit komputer untuk kebutuhan laboratorium. “Perlu ada penambahan, apalagi komputer yang lama juga harus diperbaharui,” ujar Syaridin. 
“Pemilihan sekolah yang mengikuti ujian online ini dipilih dan diverifikasi oleh tim pusat,” katanya menambahkan. 
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Hasanuddin Darjo mengatakan ada tiga sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional secara online di Aceh, yaitu SMK Negeri 1 Singkil Utara sebanyak 81 orang, SMK Negeri 1 Meulaboh dengan 168 peserta dan SMA Negeri 4 Wirabangsa dengan 90 orang peserta. 

Untuk diketahui, pelaksanaan ujian nasional dimulai pada 13-16 April 2015. Jumlah peserta UN Provinsi Aceh sebanyak 72.879 pelajar SMA sederajat. Sedangkan peserta UN di Kota Banda Aceh berjumlah 4.800 pelajar SMA, SMK dan Madrasah Aliyah. [ate]

To Top