Ekonomi

Kawinkan Ikan Kerling Pertama di Aceh

ACEHTERKINI.COM | Balai Benih Induk (BBI) Krueng Batee, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya, berhasil melakukan pemijahan ikan Kerling secara intensif. Berdasarkan informasi ternyata pemijahan atau perkawinan yang dilakukan tersebut merupakan pertama kalinya di provinsi Aceh.
Teknisi BBI Krueng Batee, Joko Supeno, Selasa (21/4/2015), mengatakan, proses pemijahan memakan waktu selama tiga hari. Keberhasilan mengawinkan ikan kerling yang dilakukannya itu, merupakan yang pertama kalinya di Aceh. “Hal ini dinyatakan oleh pihak Dinas Perikanan Provinsi Aceh yang datang ke sini beberapa hari lalu,” ungkapnya. 
Dikatakan Joko, keberhasilan itu tak terlepas dari suhu, karena dilokasi ini suhu paling rendah sekitar 27 derajat celsius (Co). Berbeda dengan tempat lain seperti Kota Bogor, Jawa Barat yang suhunya paling tinggi 20 Co, menetasnya hingga delapan hari. “Jadi, kita lakukan rekayasa suhu, karena di alam saja kerling bisa berkembang biak,” ungkapnya.
Kini, jumlah benih yang dihasilkan mencapai 3.000. Ikan Kerling atau juga disebut Jurung ini membutuhkan oksigen tinggi dan hidup di tempat suplai air yang lancar mengalir.
Sebelumnya sudah beberapa kali BBI Krueng Batee mencoba memijahkan ikan Kerling, tapi selalu gagal. Baru setelah ia (Joko) mengikuti pelatihan di Bogor beberapa waktu lalu, kemudian mempraktikkannya dan ternyata berhasil.
Hasbi selaku staf budidaya dari Dinas Perikanan Aceh membenarkan jika breeding atau pembenihan Kerling oleh BBI Krueng Batee yang pertama kali berhasil di Aceh. 
“Ini berdasarkan hasil survei kita ke sana. Ketika ada yang berhasil mengembangkan produk ikan lokal seperti Kerling tentu patut diapresiasi,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Abdya, Mukhlis mengatakan, selama ini sudah banyak orang yang memelihara ikan Kerling, tapi tidak ada yang mengawinkannya. 
“Ini bagian dari upaya dinas untuk melaksanakan kebijakan bupati seperti melakukan pelatihan dan penelitian tentang ikan spesifik lokal di Abdya,” tuturnya.

Dilain hal, Plt Kabag Humas Setdakab Abdya Zalsufran menyatakan, kalau Bupati Abdya sendiri merupakan orang yang getol agar budidaya Kerling terus dilakukan. “bupati sejak dulu terus mendorong agar ikan-ikan jenis lokal seperti itu terus dikembangbiakkan agar keberadaannya di alam terus ada, sebab sudah mulai langka akibat sering diburu karena harga jual ikan ini tergolong tinggi,” demikian Sufran. (Rizal)

To Top