Kesehatan

Gizi Buruk di Aceh Karena Sektor Pertanian

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kota Langsa yang diterima Wakil Walikota
Langsa, Marzuki Hamid, 20 April 2015 dalam rangka Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat. [Jamal]
ACEHTERKINI.COM | Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah meyakini bahwa peningkatan ketahanan pangan merupakan satu-satunya solusi untuk mengatasi kasus gizi buruk di Aceh. 
Gubernur menyatakan, jumlah kasus tersebut di Aceh pada tahun 2012 mencapai 782 kasus. Namun hingga tahun 2014, berkurang menjadi 366 kasus.
“InsyaAllah upaya kita selama dua tahun terakhir sudah berbuah hasil. Mengalami penurunan sebesar 46 persen selama dua tahun itu,” kata Zaini Abdullah, pada peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-12 dan Hari Kesatuan Gerak PKK Aceh ke-43 serta pembukaan Langsa Fair di Gampong Paya Bujuk Beuromo, Kecamatan Langsa Barat, Langsa, Senin (20/04/2015).
Gubernur dalam hal ini akan terus menempuh berbagai macam jalan keluar untuk mengurangi jumlah kasus tersebut. Orang nomor satu di Aceh ini juga berharap ada dukungan dari setiap pemerintah kabupaten/kota mengingat untuk mewujudkan pembangunan kesehatan, Pemerintah Aceh pada umumnya telah menanggung biaya kesehatan perorangan melalui program Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA).
Salah satu penyebab kasus gizi buruk, menurut Gubernur, yaitu pengaruh sektor pertanian. “Pertanian yang tidak benar-benar digarap secara optimal, berdampak terhadap ketersediaan pangan dan asupan gizi masyarakat,” jelas Zaini Abdullah.
Gubenur memastikan banyak lahan yang hingga kini masih terlantar belum dimanfaatkan seoptimal. Lahan-lahan yang mungkin untuk membangun dan meningkatkan sektor pertanian, tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan.
Menurut Gubernur, jika lahan tersebut benar-benar diharap secara serius, maka persoalan-persoalan yang masih melanda Aceh seperti kemiskinan, gizi buruk dan sebagainya mungkin bisa teratasi.
Selain itu, pemerintah Aceh juga masih banyak hal untuk membangun pertumbuhan masayarakat. Bahkan, Pemerintah Aceh juga masih tetap mengalokasikan anggaran untuk Bantuan Keuangan Pemakmue Gampong (BKPG) sebanyak 6.474 Gampong dalam wilayah Aceh.

“Tahun ini kita telah menyiapkan anggaran sebesar Rp30 juta per gampong yang dimanfaatkan untuk penguatan gampong, termasuk dibidang kesehatan dan kelancaran kegiatan posyandu,”ujarnya. [Jamal]

To Top