Layanan Publik

Butuh Perhatian BNPB Pusat, Abrasi Ancam Pemukiman Warga di Abdya

Butuh Perhatian BNPB Pusat, Abrasi Ancam Pemukiman Warga di Abdya
Foto ILustrasi

ACEHTERKINI.COM | Pengikisan bibir sungai dan pantai (Abrasi) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) semakin mengganas dan mengkhawatirkan. Pasalnya sejumlah warga yang bermukim dan bercocok tanam di pinggiran sungai (Krueng) Babahrot, Muara Pulau Kayu Kecamatan Susoh, Krueng Baru Kecamatan Lembah Sabil dan kawasan Pantai Jilbab Kecamatan Susoh, mulai resah.

Untuk mengantisipasinya, Badan Penggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya telah mengusulkan pembangunan tanggul pengaman ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat untuk beberapa sungai dan pantai di Kabupaten setempat, sementara masih ada yang belum terlaporkan kepihaknya.

Kepala BPBK Abdya, Anwar Daud, Senin (27/4/2015) mengatakan usulan tanggul pengaman tersebut dinilai sebagai langkah yang tepat untuk membendung terjadinya abrasi yang semakin parah. Seperti abrasi Krueng Babahrot, kalau dibiarkan tanpa adanya penanganan yang serius, maka dapat mengancam keselamatan pemukiman warga di lima desa kawasan setempat, bahkan para petani akan mengalami kerugian besar, sebab perkebunan warga yang berada disepanjang bibir sungai akan ikut amblas terseret arus.

Begitu juga dengan Krueng Baru yang berbatas lansung dengan Kabupaten Aceh Selatan. Pasca terjadinya luapan air sungai pada pertengahan November 2014 lalu, membuat tebing pengaman berupa kawat bronjong yang dipasang untuk mencegah abrasi sungai rusak diterjang kuatnya arus air.

Tebing pengaman itu jebol sekitar 150 meter di lokasi Desa Gelanggang Batee, dalam peristiwa meluapnya air sungai tersebut, lagi-lagi sejumlah pemukiman penduduk yang menjadi sasaran terjangan air.

Tidak hanya sungai, abrasi pantai juga meresahkan pemukiman warga yang tinggal dibibir Pantai Jilbab kawasan Desa Kedai Susoh Kecamatan Susoh. Berdasarkan hasil pantauan tim BPBK Abdya, jika pasang naik terjadi, ombak tinggi dengan cepat mengikis bibir pantai.

“Selain dari laporan warga ditambah lagi hasil pantauan BPBK di lapangan, abrasi yang terjadi ini, baik di sungai maupun di pantai harus segera ditanggulangi, sehingga pemukiman warga, perkebunan dan lokasi lainnya menjadi aman,” ujarnya.

Ditambahkan, tanggul pengaman yang telah diusulkan ke BNPB Pusat berupa tanggul yang terbuat dari bongkahan batu besar atau sering disebut batu gajah. Jika ancaman abrasi kembali terjadi, susunan batu-batu besar tersebut dapat menghambat terjadinya abrasi, apalagi kondisi cuaca Abdya saat ini masih belum stabil dan kerap diguyur hujan lebat serta petir. (Rizal)

To Top