Pendidikan

Bangunan PAUD Sumber Dana APBA di Abdya Tak Terurus

Bangunan PAUD Sumber Dana APBA di Abdya Tak Terurus
Satu unit bangunan PAUD di Desa Ujung Padang, Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya tampak tidak digunakan setelah sekian lama dibangun menggunakan anggaran APBA. [Rizal]

ACEHTERKINI.COM | Satu unit Bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terbengkalai dan tidak terpakai selama lebih kurang tujuh tahun di Desa Ujung Padang, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Plt Kepala Desa (Keuchik) Ujung Padang, Amnur Mahdi, Senin (28/4/2015) mengatakan, kalau bangunan yang menelan anggaran ratusan juta rupiah itu sudah lama berdiri dan tidak terpakai, sehingga disekeliling lokasi bangunan sudah ditumbuhi banyak rumput ilalang serta perpohonan liar akibat tidak terurus.

“Gedung itu sudah lama berdiri, namun tidak terurus dan dirawat, yang jelas sejak tidak menerima laporan dari mana sumber anggaran tentang pembangunan gedung tersebut,” ungkapnya.

Dijelaskan, bahwa sejauh ini belum ada kejelasan, pihak mana yang bertanggung jawab terhadap bangunan tersebut. “Sempat terdengar informasi kalau bangunan itu akan digunakan untuk PAUD, namun tak kunjung nampak aktifitas belajar dibangunan tersebut, kalau kita teliti ini kan namanya bangunan mubazir dan merugikan uang negara,” singkat Amnur.

Terkait pernah dijadikan untuk PAUD, Kepala Dinas Pendidikan Abdya, Drs Yusnaidi MPd melalui Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Sarjanuddin, menjelaskan,  Gedung PAUD yang berlokasi di Desa Ujung Padang, Kecamatan Susoh, itu dibangun pada tahun 2007 silam menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) dengan jumlah diperkirakan ratusan juta rupiah.

Informasinya, bangunan tersebut pernah aktif digunakan untuk PAUD, namun karena lokasi yang tidak memungkinkan serta jauh dari pemukiman penduduk ketika itu, maka rencana PAUD sirna begitu saja.

“Sekitar tahun 2007 gedung PAUD itu dibangun menggunakan anggaran dari Provinsi, dulu pernah aktif sebentar yang dikelola lansung oleh pihak desa setempat, setelah itu lansung tidak aktif lagi, termasuk mobiler dan sarana lainnya hilang begitu saja,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Sarjanuddin, para pengurus Pramuka dan KONI Abdya, juga pernah meminta untuk digunakan sebagai gedung sekretariat, namun batal karena letak lokasi yang berjauhan dari pusat kota Kabupaten.

Disamping itu, Sarjanuddin, mengharapkan, andai bangunan itu dikelola oleh Disdik Abdya, maka pihaknya akan mencoba untuk mengaktifkan kembali PAUD didesa tersebut, apalagi saat ini diareal itu sudah menjadi komplek pendidikan mulai dari SD sampai ketingkat perguruan tinggi.

“Kita lihat perkembangannya nanti, karena kedepan kita juga akan melantik sejumlah Bunda PAUD dalam hal ini istri dari para Kepala Desa, dengan demikian semua Desa di Abdya paling tidak sudah memiliki PAUD,” demikian Sarjanuddin. (Rizal)

To Top