Ekonomi

Aceh Butuh Listrik 2.000 Mega Watt

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah

ACEHTERKINI.COM | Untuk menghidupkan indusri hilir, Provinsi Aceh membutuhkan listrik 2.000 mega watt. Sementara itu target Presiden RI, Joko Widodo sebanyak 35.000 mega watt dalam lima tahun kedepan untuk memenuhi energi listrik nasional.

Demikian dikatakan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah saat mieresmikan operasional pelabuhan termina peunaga ujung, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (22/4/2015).

Untuk memenuhi kebutuhan listrik di Aceh, Zaini Abdullah berharap batu bara di Aceh ke depan hendaknya dapat digunakan sebagai bahan bakar PLTU di mulut tambang (Mine Mouth) khususnya untuk memenuhi kebutuhan batubara pada PLTU 3 dan 4 yang akan dibangun segera dikawasan barat Aceh.

“Tentunya nanti industri industri hilir akan tumbuh dengan pesatnya di Aceh,”kata Gubernur optimis.

“Saya mendapat laporan bahwa surat yang saya tujukan ke PLN agar PLTU 1 dan PLTU 2 Nagan Raya agar menggunakan batu bara lokal mendapat sambutan baik dari PLN, tentu ini akan menghemat biaya bagi PLN karena dapat menggunakan batu bara yang dihasilkan dari bumi Teuku Umar ini dan juga akan meningkatkan pendapatan asli daerah bagi Aceh,” imbuh Zaini Abdullah.

Untuk diketahui Produksi batu bara yang dihasilkan PT. Mifa bersaudara berkalori 3.200 kkal per kilogram tidak bisa digunakan untuk kebutuhan Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suak Puntong, Nagan Raya yang membutuhkan 4.500-5.000 kilokalori per kilogram. [ate]

To Top