Sosial

16 Pasar Rakyat di Abdya Belum Berfungsi

Foto Ilustrasi [Internet]

ACEHTERKINI.COM | Dari 26 jumlah Pasar Rakyat yang tersebar di sembilan Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), 16 diantaranya tidak aktif atau tidak berfungsi. Sehingga, kondisi bangunan secara perlahan mulai terlihat rusak dan ditumbuhi rumput serta menjadi tempat berlabuh kotoran binatang ternak.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Abdya, 16 pasar tidak aktif itu di delapan kecamatan diantaranya:

  1. Kecamatan Lembah Sabil yakni Pasar Ikan Desa Cot Bak U 
  2. Kecamatan Manggeng, Pasar Ikan Tepin Batee dan Pasar Ikan Desa Seunulop. 
  3. Kecamatan Tangan-Tangan yakni Pasar Ikan Suak Nibung dan Pasar Ikan Tanjung Bunga. 
  4. Kecamatan Setia yaitu Pasar Ikan Ujung Tanah, Pasar Ikan Desa Lhang dan Pasar Ikan Setia Jaya.
  5. Kecamatan Susoh yakni Pasar Sayur Desa Pulau Kayu, Pasar Ikan Palak Hilir dan Pasar Ikan Panjang Baru. 
  6. Kecamatan Jeumpa, Pasar Ikan Kuta Jeumpa dan Pasar Ikan AS. Pinang
  7. Kecamatan Kuala Batee, Pasar Sayur Ikan Mini. 
  8. Kecamatan Babahrot, Pasar Sayur Pante Rakyat dan Pasar Terpadu Pante Rakyat.

Kepala Disperindagkop dan UKM Abdya, Drs Sulaiman MM, Rabu (22/4/2015) menjelaskan, dalam tahun ini pihaknya akan meresmikan Pasar Rakyat di Kecamatan Setia dan Jeumpa. Mengenai beberapa pasar yang belum difungsikan tersebut, pihaknya optimis dan mengajak para Camat untuk menfungsikan sejumlah pasar yang sudah lama tanpa aktifitas tersebut.

Pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengaktifkan kembali sejumlah pasar yang dibangun dengan anggaran daerah tersebut.

“Kenapa tidak aktif, alasan pertama karena lokasi yang tidak strategis, kedua perlu dikaji akses menuju ke pasar dan ketiga adanya pembeli tradisional, sehingga terciptanya embrio pasar,” kata Sulaiman.

Tentunya hal itu juga berhubungan juga dengan masalah modal. Karena, menurut Sulaiman, Pemerintah baik di kabupaten, provinsi dan pusat, dapat membantu menyediakan dana penyanggah dalam bentuk LKM, sehingga usaha manyarakat akan terhindar dari tengkulak (rentenir).

Lebih lanjut, Sulaiman menyatakan, ketika pasar modern sudah selesai, maka sejumlah pasar yang berada di kecamatan tersebut akan menjadi pasar penyanggah dari pasar induk sebagai pusat pemasaran. “Pasar Induk bisa dijadikan sebagai pasar yang melanjutkan penjualan setiap barang dagangan yang tidak habis terjual di Pasar Rakyat, kita berharap itu akan tercapai,” demikian singkatnya. [Rizal]

To Top