Hukum

Waspadai Pungli Honorer K-2 Catut Nama Ombudsman

Foto Ilustrasi [Internet]
ACEHTERKINI.COM | Penipuan dengan mencatut nama pejabat dan lembaga Negara kembali terjadi. Akhir-akhir ini, di beberapa Kabupaten Kota di Aceh, para honorer K-2 yang lulus ujian dan sedang dalam proses menunggu turunnya NIP (Nomor Induk Pegawai) sebagai CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) mulai resah dengan modus penipuan berupa permintaan uang yang mencatut nama Ombudsman RI.
Melalui siaran tertulis yang diterima acehterkini, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin Husin meminta kepada para guru honorer K-2 maupun para CPNS yang lulus test seleksi tahun 2014 untuk tidak percaya sama sekali dengan permintaan uang oleh Ombudsman RI untuk kelancaran urusan pemberkasan CPNS. 
“Seluruh urusan di Ombudsman RI adalah gratis, tidak dipungut biaya dan tidak ada pungutan apa-apa,” ungkap Taqwaddin.
Disinyalir modus permintaan uang (pungli) dengan mengatasnamakan Ombudsman tersebut dilakukan oleh oknum  PNS di jajaran pemerintah kabupaten kota. 
“Tidak benar Ombudsman minta uang! Kalo ada yang bawa-bawa nama ombudsman, silahkan crosscheck ke kami atau lapor Polisi. Kalo terbukti, kita siap pidanakan,” tegas Taqwaddin menanggapi issue tersebut tanpa menyebutkan nama instansi maupun kabupaten terduga.
Taqwaddin juga mengharapkan kepada para bupati dan walikota untuk mengawasi dan memastikan proses pemberkasan CPNS berlangsung sesuai prosedur dan tidak ada pungli. 
“Kita minta Bupati/Walikota untuk mewanti-wanti jajarannya serta mendukung  zero pungli dalam pelayanan masyarakat, khususnya proses CPNS ini,” tambahnya.

“Ada oknum PNS minta Rp 3,5 juta untuk urus NIP. Katanya, Ombudsman yang minta,” lapor honorer tersebut kepada Rudi Ismawan, Asisten Pengawasan Ombudsman RI Perwakilan Aceh. [red]

To Top