Sosial

Narapidana Perempuan Dilatih Bordir

MoU Program Binaan Mandiri di Rutan Lhoknga ditandatangani,
Kamis, 26 Maret 2015. 
ACEHTERKINI.COM | Sedikitnya 74 narapidana perempuan dan anak di Rumah Tahanan (Rutan) Lhoknga, Aceh Besar mendapat pelatihan dan pembinaan melalui program binaan mandiri.
Program ini diluncurkan Ketua PKK Aceh, Niazah A Hamid, Kamis (26/3/2015) saat membuka secara resmi pelatihan bordir di Rutan Lhoknga.
Istri Gubernur Aceh ini menjelaskan program pembinaan kepribadian dan kemandirian warga binaan permasyarakatan ini melalui penandatangan nota kesepahaman bersama.
Program ini melibatkan empat mitra kerja yaitu Ikatan Ahli Boga Indonesia (Ikaboga) Aceh, Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) Aceh, Pesantren Miftahul Ulum Diniyah Islamiyah (Mudi) dan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Aceh.
Dalam sambutan singkatnya, Niazah menyebutkan program pembinaan ini terdiri dari berbagai bentuk, mulai dari ketrampilan usaha, penguatan spiritual, ketrampilan di bidang kesehatan dan lain sebagainya.
Niazah A Hamid yang juga Ketua Dekranasda Aceh ini berharap, warga Rutan kelak mampu mandiri dalam mengembangkan usaha di bidang yang digelutinya.
“Karena rumah tahanan bukanlah semata-mata tempat untuk memenjarakan orang yang melakukan tindak pidana tapi juga tempat pembinaan agar warga binaan di dalamnya tidak melakukan tindakan  pidana di kemudian hari,” kata Niazah.
Masih dikatakannya, program pembinaan tersebut tidak dipungut biaya dan murni sebagai kegiatan sosial, yang tujuannya adalah memberikan ketrampilan agar kelak mandiri saat kembali ke tengah-tengah keluarga dan masyarakat.
“program ini juga sebagai pendorong untuk menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga warga binaan tidak bingung dalam mencari pekerjaan di kemudian hari,” imbuhnya.
Kakanwil Kemenkumham Aceh, Fathurrachman menyambut baik bentuk kerjasama tersebut.
“suasana di rutan sangat harmoni, kepedulian antar sesama erat dan lingkungannya pun sangat ‘hijau’ dan bersih. Bahwa anggapan rutan kejam harus kita hilangkan, dan program pembinaan ini akan menjadi pilot project di Aceh,”turut Fathurrachman. saat ini, jumlah warga binaan di Rutan itu berjumlah 74 orang.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh HM Ali Alfatah, Ketua YJI Aceh Tanthawi Ishaq, Ketua BMOIWI Aceh Hj Nurhayati Ibrahim, pimpinan MUDI Tgk Muhammad Fauzi, anggota DPR Aceh Dr Maryati, perwakilan BP3A, unsur dari Kanwilhumham Aceh dan jajaran SKPA terkait lingkup Pemerintah Aceh. [se]

To Top