Sosial

MaTA Laporkan Walikota Sabang Ke KPK

ACEHTERKINI.COM | Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian mengatakan pengadaan tanah untuk komplek perumahaan guru Kota Sabang seluas 9.000 meter kubik  yang terletak di Jurong Cot Dama Gampong Paya Seunara Kecamatan Sukakarya Kota Sabang diduga sarat masalah dan merugikan negara. 
“Atas kasus itu kita sudah laporkan ke KPK,” ujar Alfian saat melakukan jumpa pers, Senin (30/3/2015). 
Didampingi koordinator bidang monitoring peradilan MaTA, Baihaqi, ia menjelaskan anggaran untuk pengadaan ini bersumber dari APBK Kota Sabang tahun 2012 dengan pagu anggaran sebesar Rp. 1,8 milyar yang di plotkan melalui Dinas Pendidikan Kota Sabang.

Dalam kasus ini, MaTA mensinyalir telah terjadi indikasi pemahalan harga yang berpotensi merugikan keuangan Negara sebesar Rp. 1.3 Milyar karena dalam pembebasannya tidak menggunakan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lahan setempat sebesar Rp. 20.015 per meternya. Kalau berpedoman pada NJOP, harga lahan tersebut hanya sebesar Rp. 180 juta.

Selain itu, pengadaan tanah ini tidak masuk dalam proses perencanaan anggaran untuk tahun 2012. Hal ini terbukti dari Rencana Kerja Anggaran (RKA) Dinas Peendidikan Kota Sabang untuk tahun 2012.
Akan tetapi setelah pembahasan dua pihak, anggaran pengadaan tanah ini sudah muncul dalam Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) Dinas Pendidikan 2012.
Kasus indikasi pemahalan harga pengadaan tanah ini menurut analisa MaTA sudah memenuhi unsur tindak pidana korupsi sebagaimana yang disebutkan dalam pasal 2 dan 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 j.o UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 
MaTA berharap agar pengusutan kasus ini oleh KPK dapat dipantau oleh seluruh eleman masyarakat dengan tujuan agar oknum yang terlibat benar-benar di jerat sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Setiap pengadaan tanah oleh pemerintah dapat diawasi oleh masyarakat secara bersama,” pinta Alfian. Sembari mengingatkan bahwa dalam pengadaan tanah, rentan terjadi indikasi korupsi dengan berbagai modus, baik pemahalan harga, tidak sesuai prosedur. [red]

To Top