Politik

Fachrul Razi Kecam Pernyataan Menhan Tentang DOM Aceh

Fachrul Razi M.I.P
ACEHTERKINI.COM | Kasus penculikan dan pembunuhan dua anggota TNI di Aceh menuai kecaman dari berbagai pihak terkait dengan kejadian tersebut. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengeluarkan pernyataan keras atas kejadian tersebut dengan akan memberlakukan kembali DOM di Aceh jika masih terjadi penembakan terhadap TNI di Aceh. 
Fachrul Razi, M.I.P mengecam pernyataan Ryamizard Ryacudu itu dimana pernyataan Menhan akan memperkeruh suasana damai di Aceh. Pernyataan tersebut sama dengan membuka kembali luka lama rakyat Aceh. 
DOM yang diterapkan di bawah rezim orde baru selama 30 tahun di Aceh sampai hari ini belum seluruhnya terselesaikan secara hukum, masih banyak kasus orang hilang, terbunuh dan di culik sampai hari ini pelakunya belum di seret ke pengadilan.
Fachrul Razi menyesalkan pernyataan Menhan di media yang masih menerapkan pendekatan militeristik. 
“Jika pendekatan militeristik yang dilakukan terhadap masyarakat Aceh dalam menangani perkara penculikan dan pembunuhan anggota TNI tersebut ini masih menunjukkan  lemahnya kepercayaan pusat terhadap Aceh. Jangan jadikan Aceh sebagai ajang konflik, sudah cukup saat ini Aceh berada dalam konflik, kami ingin damai yang abadi,” ujar Fachrul Razi melalui siaran tertulisnya kepada acehterkini, Sabtu (28/3/2015).
Hal ini juga menurut Senator Aceh yang juga anggota MPR RI akan melanggar ketentuan MoU Helsinki. Butir 4.7 MoU  menegaskan bahwa tidak akan ada pergerakan besar besaran tentara setelah perjanjian damai dan jumlah tentara setelah relokasi di Aceh berjumlah 14.700 orang. 
Sebelumnya Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto menegaskan tidak ada Operasi Meiliter pasca meninggalnya dua orang anggota TNI di Nisam, Aceh Utara.

To Top