Lingkungan

Earth Hour 2015, Banda Aceh Mati Lampu Satu Jam

ACEHTERKINI.COM | Earth Hour tahun 2015 ini dirayakan dengan mematikan lampu selama satu jam yakni pada Sabtu (28/3/2015) pukul 21.00-22.00 wib. Di Provinsi Aceh, kegiatan ini dipusatkan di Hermes Palace Hotel.

Ratusan komunitas dan gerakan cinta lingkungan serta mahasiswa dan pelajar di Aceh akan memeriahkan Earth Hour 2015 ini dengan parade, orasi dan teaterikal gajah disepanjang jalan Taman Sari – Tugu Mesjid Raya – Bundaran Simpang Lima dan kembali lagi ke Taman Sari pada Sabtu (28/3/2015) pukul 09.00 wib sampai selesai.

“Earth Hour 2015 mengusung kampanye dengan tema “Use Your Power, Help The Elephants,” tulis penanggung jawab kegiatan Chik Rini dalam siarannya, Jum’at (27/3/2015).

Kemudian acara puncaknya pukul 21.00-22.00 WIB, pemadaman lampu selama satu jam di Hotel Hermes Palace.
Detik-Detik pemadaman lampu ditandai dengan pemukulan rapai oleh Walikota Banda Aceh, Kepala Bapedal Aceh, Direktur Konservasi WWF Indonesia, Manager Hotel Hermes, Direktur BPR Mustaqim dan Manager Hotel The Pade.
Panitia juga memberikan Piagam Penghargaan kepada kelompok Bisnis Pendukung Earth Hour yaitu Hotel Hermes Palace, BPR Mustaqim dan Hotel The Pade.
Tarian rapai sanggar Putroe Phang, Keypad Band, Break Dance feat Rap HNS, Teknik Unsyiah Band, HNS Rapper dan Beat Box serta My Family akustik  akan menghibur undangan dan peserta Earth Hour 2015 selama satu jam.

“Waktu pemadaman berbeda dengan daerah lain. Khusus di Aceh dilakukan setelah semua Ibadah Shalat Isya selesai, pemadaman dimulai pukul 21.00 – 22.00 WIB. Sedangkan di daerah lain pemadaman lampu dimulai pukul 20.30 – 21.30 waktu indonesia,” ujar Chik Rini saat dihubungi acehterkini tadi.
Earth Hour di Indonesia pertama dilakukan tahun 2009. Pada 2015, setidaknya ada 30 kota yang berpartisipasi dari gerakan ini, di antaranya Aceh, Padang, Medan, Palembang, Pekanbaru, Lampung, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cimahi, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Kota Baru, Sidoarjo, Kediri, Denpasar, Mataram, Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Palu, dan Makassar.

Earth Hour yang diinisiasi di Sydney, Australia memasuki tahun ke-7, di dunia berkembang dari satu kota menjadi 7.000 kota, dan dari satu negara menjadi 162 negara hingga menjadi kampanye lingkungan hidup global terbesar. [red/se]

To Top