Sosial

ASNLF Usulkan 26 Maret Hari Pahlawan Nasional Aceh

ACEHTERKINI.COM| Sekretaris Juru Bicara Acheh Sumatra National Liberation Front (ASNLF) yang biasa dipanggil Abu Kureeng mengusulkan agar setiap tanggal 26 Maret diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional Aceh sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Almarhum Wali Nanggroe, Hasan Tiro.

Melalui siaran singkatnya kepada acehterkini, Jum’at (27/3/2015) Sekretaris Juru Bicara ASNLF ini menjelaskan bahwa pada 26 Maret 1873 nasib Aceh mengalami konflik yang panjang. Sumber konflik awalnya adalah Belanda yang datang menjajah Kerajaan Aceh.

142 tahun lalu, Kerajaan Belanda melalui JF Nieuwenhuijzen, yang menjabat Komisaris Pemerintah Belanda saat itu mengeluarkan maklumat perang terhadap kerajaan Aceh. 

Ketika Maklumat perang tersebut di ultimatum, Belanda mengakui Aceh adalah sebuah kerajaan yang berdaulat. Perang yang diciptakan oleh Belanda itu sendiri telah mengakibatkan Aceh sebagai bangsa yang hampir punah, bahkan menjadi salah satu bangsa yang paling menderita di atas dunia ini. 

Penjajahan adalah termasuk salah satu bentuk kejahatan internasional. Aceh seharusnya berubah menjadi kerajaan yang berdaulat kembali setelah Belanda meninggalkan nusantara pada 1942.

Sebagai salah satu negara anggota Uni Eropa yang menjunjung tinggi nilai HAM dan demokrasi, Belanda sepatutnya menaruh perhatian khusus terhadap Aceh. [red]

To Top