Layanan Publik

Wewenang Gubernur Aceh Berhentikan Sekda Lhokseumawe

ACEHTERKINI.COM | Dasni Yuzar harus segera diberhentikan sementara dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lhokseumawe karena telah berstatus terdakwa kasus tindak pidana korupsi Yayasan Cakra Donya.

Namun menurut Kepala Biro Hukum Kemdagri, Widodo Sigit, kewenangan pemberhentian sementara Dasni bukan berada di tangan Mendagri. Namun tanggung jawab Gubernur Aceh, Zaini Abdullah.

“Kalau untuk Sekda Tingkat II, yang memberhentikan sementara itu Gubernur. Kalau untuk Tingkat I baru Kemendagri. Karena ada sangat banyak daerah di Indonesia. Karena itu dibagi peran pusat dan daerah,” ujarnya Jumat (20/2/2015).

Menurut Sigit, SK pemberhentian sementara wajib diterbitkan setelah Sekda berstatus terdakwa, hingga keputusan pengadilan berlaku tetap. Artinya tidak ada lagi langkah hukum lanjutan.

Aturan ini ditetapkan agar Sekda yang tersangkut masalah hukum dapat fokus menghadapi perkara yang didakwakan. Selain itu juga agar penyelenggaraan pemerintahan tidak terganggu.

Saat ditanya bagaimana sekiranya Gubernur belum juga menerbitkan SK, sementara Dasni telah menjalani persidangan, Sigit menegaskan hal tersebut perlu dipertanyakan kepada Gubernur Aceh. Agar permasalahan menjadi jelas.

“Kalau belum diberhentikan sementara, ditanya ke gubernur. Alasannya apa, kenapa belum juga diberhentikan sementara. Tapi yang jelas kalau sudah berstatus terdakwa itu memang harus diberhentikan sementara dan kalau untuk Sekda Tingkat II, menjadi kewenangan gubernur,” katanya.

Sebelumnya, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, menggelar sidang dugaan tindak pidana korupsi Yayasan Cakra Donya, dengan terdakwa Sekda Kota Lhokweumawe, Dasni Yuzar, Selasa (17/2/2015). Di hadapan Majelis Sidang, terdakwa mengakui ada sejumlah program dari Yayasan Cakra Donya yang telah dijalan, tidak memiliki pertanggungjawaban.

Awalnya Dasni mengaku semua program sudah dilaksanakan. Namun saat Majelis Hakim meminta sejumlah bukti, Dasni tidak mampu memperlihatkan secara rinci realisasi anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 1 Miliar tersebut.

“Tapi kalau diberi kesempaten untuk menghadirkan mereka ke persidangan, saya siap,” katanya.

Menurut Dasni, yang hibah diberikan ke salah satu pesantren di Lhokseumawe, Aceh utara, serta untuk pelatihan karya kayu kepada siswa SMK di kabupaten setempat. [red/jpnn]

To Top