Hukum

Proyek Ini Bermasalah? Acheh Future Siap Audit

ACEHTERKINI.COM | Museum tempat penyimapan benda-benda sejarah ini telah menelan anggaran Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp7,5 Miliar. Museum yang akan difungsikan pada tahun 2016 ini berada di Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara.

Kepala Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan (Dishubbudpar) Aceh Utara, Nurliana mengatakan, museum itu belum bisa difungsikan karena belum selesai dibangun ruang interior.

Interior adalah ruangan khusus untuk menyimpan alat-alat bersejarah peninggalan Kerajaan Islam Samudra Pasai. “Ketika difungsikan nantinya, akan ditempatkan Kepala Sekretariat Museum Samudra Pasai di bawah Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Aceh Utara.

Ketua Lembaga Acheh Future Razali Yusuf berharap tidak ada penyelewengan anggaran dalam membangun proyek museum tersebut. “Kita berhasarap itu dibangun sesuai anggaran dan kita harap tidak ada penyelewengan anggaran. Itu harus ada pengawasan karena anggaran proyek capai 7,5 Miliar,” kata Razali Yusuf.

Pihaknya menegaskan, jika ada informasi miring terkait proyek tersebut, maka lembaga Acheh Future siap menurunkan tim audit dari Banda Aceh. [Jamal]

To Top