Pendidikan

Program Diniyah di Banda Aceh Bendung Kenakalan Pelajar

ACEHTERKINI.COM | Pemerintah Kota Banda Aceh diharapkan untuk mencari formulasi guna membendung pergaulan dikalangan pelajar yang semakin mengkhawatirkan.

Pendidikan yang benar diyakini setidaknya bisa mengurangi pengaruh pergaulan dikalangan pelajar di Kota Banda Aceh.

Selain itu Pemerintah diminta untuk lebih serius melihat kondisi saat ini, dimana anak-anak seusia pelajar masih berkeliaran dengan bebasnya pada malam-malam hari, khususnya di warung-warung kopi.

Hal demikian disampaikan anggota DPRK Banda Aceh Irwansyah pada diskusi pendidikan di kota Banda Aceh, Aula SMK Banda Aceh, Minggu (08/02/2015) yang digelar dalam rangka pelantikan DPW KAPMI Banda Aceh dan Aceh Besar.

Irwansyah mengatakan gerakan perusakan moral bahkan pendangkalan aqidah bergerak sangat masif dengan hadirnya berbagai macam teknologi informasi saat sekarang ini, akan tetapi hal itu justru tidak diimbangi dengan pendidikan dan pemahaman agama yang baik kepada generasi dikota Banda Aceh.

Politisi Partai PKS Kota Banda Aceh ini mengakui dengan adanya pendidikan diniyah yang diterapkan Pemko Banda Aceh di sekolah-sekolah umum diharapkan bisa mengisi waktu pelajar di sore hari.

“Program diniyah di sekolah umum bagus untuk mengimbangi pelajaran agama di sekolah-sekolah agama, karena di sekolah umum pendidikan agama hanya dua jam per pekan, padahal disisi lain gerakan perusakan moral begitu masif,”ujar ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh itu.

Namun Irwansyah berharap agar materi diniyah perlu dimodernisasi sehingga siswa tidak jenuh, menurutnya siswa yang mengikuti diniyah seharusnya bukan hanya sebagai kewajiban, akan tetapi karena menarik bagi mereka.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan kota Banda Aceh Syaridin mengakui pendidikan agama di sekolah-sekolah umum hanya dua jam pelajaran per pekan.

Untuk menutupi kekurangan pendidikan agama tersebut pemerintah kota Banda Aceh menambah dengan pendidikan diniyah disore hari.

“Dan untuk pendidikan diniyah mulai dari SD sampai SMA ini pelajar sama sekali tidak dikutip biaya, jadi masyarakat tidak perlu takut,” ujarnya. [red]

To Top