Hukum

Pidana PT. SPS-2 dan PT. DPL Masuk Pemeriksaan Ahli

ACEHTERKINI.COM | Perkara pidana PT. Surya Panen Subur (SPS) di Pengadilan Negeri Meulaboh sudah masuk tahap pemeriksaan ahli. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmat Nur Hidayat akan menghadirkan para ahli terkait kebakaran lahan gambut di “Rawa Tripa” Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, pada Rabu 11 Februari 2015.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rahmat Nur Hidayat mengatakan ahli yang akan dihadirkan adalah Basuki Wasis dan Bambang Hero Saharjo dari Institute Pertanian Bogor (IPB).

“Selain dari IPB juga ada ahli lain yang akan kita hadirkan dalam persidangan pidana kebakaran lahan gambut ini,” kata Rahmat.

Sementara itu Kuasa Hukum PT. Surya Panen Subur (SPS) Endar Sumarsono SH mengatakan pihaknya juga akan menghadirkan ahli dalam persidangan pidana ini.

Endar mengatakan ahli yang akan dihadirkan adalah Dosen Institute Pertanian Bogor, Gunawan Jaya Kirana. Kemudian Kasubdit Dampak Perubahan Iklim dan Pencegahan Kebakaran Direktorat Jenderal Perkebunan, I Gede Putu Karwadi.

Berikutnya Ahli Hukum Lingkungan, Daud Silalahi dan Muhammad Noor dari Balai Penelitian Tanah dan Rawa (Ballitra) di Kalimantan Selatan.

“Selain ahli empat orang itu, kita akan hadirkan lagi ahli lain yang di luar berkas,” ujar Endar Sumarsono.

Untuk diketahui perkara pidana PT. SPS-2 ini dituntut oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) karena diduga telah terjadinya kebakaran di lahan gambut dalam HGU PT. SPS-2 seluas lebih kurang 1.000 hektar pada Maret 2012.

Untuk perkara nomor 53/pid.sus/2014/PN MBO, terdakwanya adalah para direksi PT. SPS yaitu Edy Sutjahyo Busiri, Marjan Nasution dan Anas Muda Siregar.

Sedangkan perkara nomor 54/pid.sus/2014/PN MBO terdakwa atas nama korporasi PT. SPS-2 yang diwakili oleh Arsul Hardiansyah.

Perkara pidana ini dipimpin oleh hakim yang bersertifikasi lingkungan yaitu Rahmawati SH sebagai Ketua Majelis Hakim bersama hakim anggotanya Rahma Novatiana SH dan Alex Adam Faisal SH.

PT. Dua Perkasa Lestari

Secara terpisah, perkara pidana PT. Dua Perkasa Lestari (DPL) di Pengadilan Negeri Tapak Tuan juga masuk tahap pemeriksaan ahli. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fahmi SH mengatakan ahli yang akan dihadirkan adalah dari Institute Pertanian Bogor (IPB) yaitu Bambang Hero Saharjo dan Basuki Wasis.

“Jadwal sidang ahli direncanakan pada Selasa, 17 Februari 2015. Awalnya kita akan hadirkan ahli  dari Badan Pertanahan Nasional,” kata Fahmi.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT. Dua Perkasa Lestari (DPL), Dedy Kurniadi mengatakan sedang mempersiapkan ahli untuk perkara pidana yang telah menyeret salah seorang Manager PT. DPL, Mujiluddin sebagai terdakwa.

Untuk diketahui Polda Aceh menuntut secara pidana PT. Dua Perkasa Lestari (DPL) karena diduga melanggar Pasal 108 jo Pasal 69 ayat (1) huruf h Jo Pasal 116 ayat (1) huruf b UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Kemudian Pasal 48 ayat (1) UU Nomor 18 Tahun 2004 Tentang Perkebunan.

Perkara nomor 88/Pid.sus/2014/PN TTN ini dipimpin oleh hakim yang bersertifikasi lingkungan yaitu Rahma Novatiana SH sebagai Ketua Majelis Hakim bersama hakim anggota Azhary Prianda Ginting SH dan Khairu Rizky SH. [red]

Peneliti IPB, Bambang Hero Saharjo bersama Basuki Wasis mengunjungi lokasi kebakaran lahan gambut di Rawa Tripa, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya. [Ysuriadi} dok. acehterkini

Peneliti IPB, Bambang Hero Saharjo (kiri) bersama Basuki Wasis (kanan) mengunjungi lokasi kebakaran lahan gambut di Rawa Tripa, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya. [Ysuriadi} dok. acehterkini

To Top