Ekonomi

Bangun Kebun Sawit, PT. DPL Habiskan Rp40 Juta Per Hektar

ACEHTERKINI.COM | Membangun kebun sawit di babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya, PT. Dua Perkasa Lestari (DPL) menghabiskan dana sekitar Rp40 juta lebih per hektar.

Hal tersebut terungkap dari keterangan saksi fakta, Budi Hariadi yang menjabat sebagai Proyek Manager I PT DPL yang bertugas mengatur keuangan perusahaan.

Budi yang diperbantukan sejak April 2011 sampai Maret 2012 di PT. DPL ini mengaku jumlah dana untuk membangun kebun sekitar Rp40 juta lebih per hektar.

“Saya mencari talangan dana untuk pembangunan kebun PT. DPL di Babahrot, Aceh Barat Daya ke group perusahaan,” katanya dalam persidangan pidana di PN Tapak Tuan, Selasa (3/2/2015).

Dihadapan Ketua Majelis Hakim, Rahma Novatiana SH bersama hakim anggota Azhary Prianda Ginting SH dan Khairu Rizky SH, ia mengatakan dana Rp40 juta lebih itu mulai dari buka lahan sampai produksi.

Dikatakannya dari 2.500 luas PT.DPL, baru 800 hektar yang sudah dibangun kebun sampai tahun 2012. “Sebelum klaim ke Perbankan, pihaknya menalangi dana pinjaman dari group perusahaan PT. DPL,” katanya.

Ditelusuri media ini, PT. DPL merupakan group dari Atmaja Makmur Gemilang (AMG) yang mengakselerasi dan mensinkronisasi kegiata produksi pupuk, trading pupuk, perkebunan kelapa sawit dan bidang property.

Perusahaan yang termasuk dalam AMG Group adalah PT. Nusa Palapa Gemilang, PT. Pijar Nusa Pasifik, PT. Dua Perkasa Lestari, PT. Nusa Teknik Gemilang dan PT. Royal Anugerah Gemilang.

Ia menambahkan dana Rp40 juta lebih untuk membangun kebun itu sudah termasuk biaya Land Clearing berjumlah Rp8 juta per hektar. Kemudian sisanya untuk perawatan, pembibitan dan peralatan.

Terkait masalah kebakaran yang menyeret PT. DPL ke Pengadilan Negeri Tapak Tuan tidak diketahuinya. “Saya tidak tahu, saya hanya mendengar kejadian kebakaran dari General Manager, Muhammad Suheri. Kejadian itu setelah saya berakhir tugas membantu PT.DPL pada Maret 2012,” kata Budi Hariadi menjawab Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fahmi SH dan Firsa SH.

Keterangan yang disampaikan saksi fakta ini dibenarkan oleh terdakwa Mujiluddin yang didampingi kuasa hukumnya Dedi Kurniadi SH dan Akhmad Jouhari Damanik SH.

Dua Perkasa Lestari dituntut secara pidana oleh Polda Aceh terkait kebakaran lahan gambut yang merusak lingkungan hidup. Polda menetapkan Manager PT. DPL. Mujiluddin sebagai terdakwa yang diduga melanggar Terdakwa dijerat melanggar Pasal 108 jo Pasal 69 ayat (1) huruf h Jo Pasal 116 ayat (1) huruf b UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Kemudian Pasal 48 ayat (1) UU Nomor 18 Tahun 2004 Tentang Perkebunan. [hde]

To Top