Sosial

AJI Banda Aceh Tolak Rancangan Qanun Penyiaran

ACEHTERKINI.COM | Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh mengeluarkan tiga resolusi terkait profesionalitas, kekerasan dan kesejahteraan kepada jurnalis.

Tiga resolusi tersebut disampaikan AJI pada konperensi ke VII di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh, Rabu (25/2/2015).

Dalam siaran tertulisnya, AJI mendesak perusahaan media di Aceh harus memberikan pendidikan khusus jurnalistik secara regular untuk meningkatkan kapasitas jurnalis.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menolak kembali pengajuan Rancangan Qanun Penyiaran yang masuk dalam legislasi tahun 2015.

Resolusi terakhir adalah meminta semua pihak untuk menghentikan segala macam bentuk ancaman, terror, intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis.

Ketua AJI Banda Aceh Periode 2015-2018 Dikukuhkan

AJI Banda Aceh Tolak Rancangan Qanun Penyiaran
Adi Warsidi

Konferta ke-VII yang dipimpin oleh Nurdin Hasan, Mukhtaruddin Yacob dan Ali Raban ini

melakukan pemilihan Ketua AJI periode 2015-2018 yang disaksikan langsung oleh Ketua AJI Indonesia, Suwardjono.

Dalam pemilihan tersebut, Adi Warsidi (wartawan Tempo) dan Fakhrurradzie Gade terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) AJI Banda Aceh untuk periode 2015-2018.

Adi W begitu panggilan akrabnya menggantikan Maimun Saleh yang kini menjadi Anggota Majelis Etik dan Majelis Pertimbangan Organisasi.

“Kami siap menjalankan amanah organisasi, terutama menyangkut tiga visi dan misi besar AJI yaitu kebebasan pers, profesionalitas dan kesejahteraan jurnalis. Kami butuh dukungan teman-teman semua,” kata Adi Warsidi. [red]

To Top