Lingkungan

Ahli Akui Kebakaran Lahan di PT. DPL 922 Hektar

ACEHTERKINI.COM | Salah seorang ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fahmi SH dalam perkara pidana nomor 88/Pid.sus/2014/PN TTN mengakui kebakaran yang terjadi di PT. Dua Perkasa Lestari (DPL) seluas 922 hektar. Terdakwa melalui kuasa hukumnya membantah kesaksian tersebut.

Ahli pengukuran GPS yang dihadirkan adalah Rinaldi Jauhari dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Aceh.

Dalam keterangannya sebagai ahli, Rinaldi mengaku datang ke lokasi lahan PT. DPL pada 8 Februari 2013. “Saya datang bersama Dosen IPB, Bambang Hero Saharjo dan Basuki Wasis,” kata dia dihadapan Ketua Majelis Hakim, Rahma Novatiana SH bersama hakim anggota Azhary Prianda Ginting SH dan Khairu Rizky SH.

Katanya saat itu bertugas untuk mengukur luas yang terbakar di lahan PT. Dua Perkasa Lestari.

“Hasilnya ada 922 hektar lahan yang terbakar,” kata Rinaldi yang sudah mendapat sertifikasi pengukuran dari BPN ini.

Keterangan ahli GPS dari BPN ini dibantah terdakwa melalui kuasa hukumnya, Akhmad Jouhari Damanik.

“Pengukuran yang dilakukan oleh ahli ditunjuk oleh Bambang Hero Saharjo, hasil pengukurannya berbeda dengan peta yang telah ditandatanganinya seluas lebih kurang 600 hektar, sangat tidak akurat sebagai ahli,” kata Akhmad Jouhari Damanik SH.

“Dalam BAP, ahli Rinaldi ini tidak sendiri. Ia datang bersama temannya dari BPN atas perintah Diskrimsus Polda Aceh,” kata Akhmad Jauhari.

“Kita keberatan angka 922 hektar yang terbakar, kita akan tanggapi dalam pledoi atau nota pembelaan terhadap keterangan ahli ini,” kata Kuasa Hukum PT. DPL ini.

Sebelumnya terdakwa, Mujiluddin mengaku kebakaran yang terjadi di HGU PT. DPL hanya seluas lebih kurang 200 hektar.

Perkara pidana PT. DPL di Pengadilan Negeri Tapak Tuan ini dibuka pukul 11.00 wib dengan agenda keterangan saksi fakta, Abdi Suhendra sebagai petugas pemadam kebakaran PT. DPL.

JPU, Fahmi SH mengatakan saksi fakta, Abdi Suhendra tidak hadir karena keberadaannya tidak diketahui lagi. “BAP-nya kita bacakan dalam persidangan,” kata Fahmi.

Kemudian pukul 14.00 wib dilanjutkan pemeriksaan ahli, Rinaldi Jauhari hingga pukul 16.30 wib.

Sidang berikutnya akan dilanjutkan pada 3 Maret 2015 dengan agenda keterangan ahli yaitu Dosen IPB, Bambang Hero Saharjo dan Basuki Wasis.

Untuk diketahui kebakaran di lahan PT. DPL terjadi pada Maret dan Juni 2012. Perkara PT. Dua Perkasa Lestari dituntut secara pidana oleh Polda Aceh terkait kebakaran lahan gambut yang merusak lingkungan hidup.

Polda Aceh menetapkan salah seorang Manager PT. DPL Mujiluddin sebagai terdakwa yang diduga melanggar Pasal 108 jo Pasal 69 ayat (1) huruf h Jo Pasal 116 ayat (1) huruf b UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Kemudian Pasal 48 ayat (1) UU Nomor 18 Tahun 2004 Tentang Perkebunan. [hde]

To Top