Peristiwa

10 Tahun Berpisah, Anisah Kembali Bersama Keluarga

ACEHTERKINI.COM| 10 tahun gempa dan gelombang tsunami di Aceh itu telah berlalu. Anisah (33) salah seorang korban tsunami kini kembali bersama keluarganya di Desa Alue Ambang, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya.

Saat kejadian, Anisah berada di Pasar Aceh di Kota Banda Aceh. Beberapa jam pasca gempa dan tsunami 26 Desember 2004 silam, Anisah seorang diri menumpangi kenderaan orang hingga Medan, Sumatera Utara.

Ia bertemu seseorang dan mengajaknya ke Jakarta untuk bekerja di salah satu perusahaan. Di Ibukota Negara Indonesia ini, ia bekerja di sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja, namun ia tak kunjung berangkat ke Malaysia dan tak di berikan honor sebagaimana yang dijanjikan.

Lalu Anisah bekerja di sebuah restoran di Bandung, Jawa Barat. Disitulah Anisah bertemu dengan Ujang Supandi yang kini menjadi menjadi suaminya tercinta.

Ujang bekerja di salah satu bengkel di Jawa Barat. Anisah menikah dengan Ujang, tinggal di Desa Bojong Kunci, RT 001, RW 010, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung.

Sekarang Anisah dan Ujang dikarunia tiga orang anak yaitu Cut Dewi Jelita (9), Tengku Ilham Maulana (5) dn Tengku Ari Solihin (2).

10 Tahun tsunami, 26 Desember 2015, Anisah sangat ingin pulang ke rumah di Kecamatan Teunom, Aceh Jaya. Ia berharap Orantuanya masih hidup.

Keinginan Anisah di dengar oleh salah seorang Anggota DPRK Aceh Jaya, Rizal Dinata yang juga Ketua Radio Amatir Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Jaya. (JZ01 QQQ]

Kepada acehterkini, Koordinator Tagana ini mengaku ingin membawa pulang Anisah, salah seorang warga Aceh Jaya selamat dari gempa dan tsunami yang kini tinggal di Jawa Barat bersama suami dan anaknya.

Kemudian Rizal Dinata melakukan koordinasi dan membangun jaringan. Rizal bertemu dengan Ketua DPRK Aceh Jaya, Musliadi dan meminta petunjuk Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh.

Berangkatlah Ketua DPRK Aceh Jaya Musliadi, Ketua Fraksi Partai Aceh Mawardi Wahet, Rizal Dinata, HA Dasril dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh ke Jawa Barat pada Selasa 3 Februari 2015 kemarin.

Sampai di Jawa barat, rombongan melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Sosial Jawa Barat, Arifin.

“Saya sangat berterima kasih atas pelayanan dan fasilitas yang sangat baik dari Pemerintah Jawa Barat dan Kota Bandung yang telah mendampingi kami sampai hari pertama datang hingga mengurus adminitrasi pindah Anisah,” kata Rizal Dinata saat dihubungi acehterkini, Minggu (8/2/2015).

Lalu, rombongan membawa pulang Anisah dan suaminya berserta tiga orang anaknya ke Aceh pada Jum’at 6 Februari 2015.

Sampai di Banda Aceh, Sabtu, 7 Februari 2015, Anisah bersama keluarga disambut haru Gubernur Aceh, Zaini Abdullah.

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah memberikan santunan kepada Anisah dan keluarga sebesar Rp 5 juta. Kemudian Kepala Dinas Sosial Aceh juga memberikan santunan sebesar Rp7,5 juta.

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah berjanji akan memberikan bantuan rumah untuk Anisah bersama keluarganya di Aceh Jaya.

Ketua DPRK Aceh Jaya, Musliadi menyerahkan Anisah dan keluarga kepada Muhammad Daud, orangtua Anisah, Sabtu, 7 Februari 2015.

Ketua DPRK Aceh Jaya, Musliadi menyerahkan Anisah dan keluarga kepada Muhammad Daud, orangtua Anisah, Sabtu, 7 Februari 2015. [hendra]

Sesaat kemudian rombongan bertandang ke Kabupaten Aceh Jaya. Anisah dan keluarga di bawa ke kampung halamannya di Desa Alue Ambang, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya.

Sampai di Teunom, Anisah disambut isak tangis keluarga dan saudaranya. Ayahnya, Muhammad Daud (85) sangat terharu menahan air mata menerima Anisah dan keluarganya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Ketua DPRK Aceh Jaya dan Fraksi Partai Aceh yang telah membawa pulang anak saya,” kata Muhammad Daud.

Muhammad Daud mengira Anisah sudah meninggal karena tsunami. “Karena sudah mencari dan meminta saudara-saudaranya untuk menemukan Anisah, tapi tidak membuahkan hasil,” katanya mengucapkan terima kasih berulang-ulang kepada Pemerintah dan DPRK Aceh Jaya.

Ketua DPRK Aceh Jaya, Musliadi mengatakan bila ada warga Aceh Jaya yang lain, korban tsunami yang belum bisa pulang kampung maka pihaknya akan membantu sesuai dengan kemampuan daerah.

Pemerintah dan DPRK Aceh Jaya sedang membangun jaringan untuk dapat menemukan warga Aceh Jaya yang selamat dari gempa dan gelombang tsunami yang kini tinggal di luar Aceh dan hendak pulang ke kampung halamannya. [hendra]

To Top