Sosial

Wakil Rektor: Hanya Prodi PA Boleh Belajar Ke Gereja

ACEHTERKINI.COM | Wakil Rektor bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry Dr. H. Muhibbuthabry, M.Ag mengatakan Prodi Perbandingan Agama di Universitas Islam Negeri boleh belajar ke Gereja tapi sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Ia menjelaskan pemahaman UIN Ar-Raniry sebenarnya tidak boleh ada mahasiswa atau mahasiswi yang belajar di gereja kecuali Prodi Perbandingan Agama. “Itupun hanya melihat situasi agama lain dengan mekanisme yang berlaku,” ujarnya Muhibbuthabry, Selasa (6/1/2015).

Persoalan yang menimpa salah seorang dosen Fakultas Dakwah berinisial R dengan membawa mahasiswi belajar ke Gereja ini sudah menganggu stabilitas kelembagaan. Menurut Wakil Rektor ini seolah-olah masyarakat menilai ada legitimasi dari UIN Ar-Raniry terkait kegiatan tersebut, tetapi ini jelas-jelas tidak ada legitimasi.

Lanjutnya persoalan ini sudah dipublish. Ini diluar jangkauan kelembagaan tapi ini sudah terjadi. Dosen yang berinisial R itu bukan prodi perbandingan agama dan bukan Dosen Fakultas Ushuluddin.

“Persoalan ini sedang diselesaikan, R sudah dipanggil oleh Dekan Fakultas Dakwah, pelanggaran dosen ditangani secara bertahap, kita masih menunggu bagaimana hasil dari Dekan nanti, kalau pelanggaran berat bisa sampai ke pemecatan,” ujar Wakil Rektor bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry Dr. H. Muhibbuthabry, M.Ag.

Untuk diketahui Mata kuliah yang disediakan oleh Prodi Perbandingan Agama didesain untuk mengembangkan semangat menghargai perbedaan dan menghormati keberagaman.

Namun mengutip Pikiran Rakyat Online, Program Studi Perbandingan Agama (PA) ini sudah digantikan dengan Studi Agama-Agama (SAA) melalui simposium yang dipelopori oleh program studi Perbandingan Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat-Sabtu, 14-15 November 2014

Penggantian nama PA menjadi SAA dilengkapi dengan pembentukan Asosiasi Studi Agama Indonesia atau ASA Indonesia dan usulan kepada Menteri Agama tentang penyeragaman gelar seluruh sarjana agama menjadi sarjana.agama (S.Ag.).

Ketua Panitia Simposium Nasional Asosiasi Keilmuan dan Konferensi Studi Agama-agama Ahmad Salehudin menyatakan perubahan PA menjadi SAA berkaitan dengan perkembangan negatif studi PA.

Dalam simposium itu para pengelola program studi PA sepakat membentuk program studi SAA.

Mereka yang bersepakat, adalah para pakar dan peminat studi agama, serta Ketua dan Sekretaris Jurusan Perbandingan Agama se-Indonesia, yaitu IAIN Antasari Banjarmasin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Ar Raniry Aceh, IAIN Raden Intan Lampung, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Walisongo Semarang, UIN Alaudin Makassar, UIN Syarif Hidayutullah Jakarta, UIN Syarif Kasim Riau, STAIN Langsa Aceh, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Center for Religious and Cross Cultural Studies (CRCS) Universitas Gadjah Mada, dan tuan rumah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. [red/SH]

To Top