Lingkungan

Trend Batu Giok Aceh Rusak Lingkungan Hidup

ACEHTERKINI.COM | Direktur Eksekutif Daerah WALHI Aceh, Muhammad Nur mengatakan trend batu giok yang menjadi sumber pendapatan baru bagi warga Aceh justru melupakan dampak yang akan ditimbulkan pasca pengambilan bongkahan batu-batu yang di olah menjadi perhiasan.

“Dampak tersebut akan menambah daftar tantangan yang dihadapi atas pengrusakan lingkungan hidup di Aceh,” sebut M. Nur dalam siaran tertulisnya kepada sejumlah media, Senin (19/1/2015).

“Bumi ini butuh penjaga keseimbangan sebagai penyangga,” kata M. Nur

Tak hanya itu, bencana ekologi seperti banjir dan longsor merupakan kejadian yang terus mengulang hingga awal tahun 2015 ini, belum cukup semua pihak belajar dari fakta-fakta yang sudah menimpa kerugian Aceh dari sektor pengrusakan sumberdaya alam oleh berbagai bisnis sektor sumberdaya yang merusak tanpa terkendali.

Sekalipun karakteristik penambangan giok masih menggunakan cara-cara tradisional, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 mengenai Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup janganlah diabaikan.

“Pertambangan jenis giok akan membuat Aceh kerap kecolongan lagi dari sektor pencegahan yang masif,” tandasnya.

Demi menjaga kekayaan sumberdaya alam Aceh idealnya semua pihak harus mengambil peran memberikan perlindungan dengan cara tidak ikut andil merusak lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.[red]

To Top