Ekonomi

PT SPS Bayar Rp100.000 Untuk Padamkan Api

ACEHTERKINI.COM | Kebakaran yang terjadi di lahan PT. SPS-2 pada 19 Maret 2012 membuat banyak pihak panik. Salah satunya pekerja kontrak PT. SPS-2, Muslimin.

Warga asal Bayuwangi ini mendapat kontrak pekerjaan di lahan PT. SPS sebagai kontraktor tanam. Ia dipanggil Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rahmat Nur Hidayat sebagai saksi fakta dalam persidangan pidana nomor 53/pid.sus/2014/PN MBO, Rabu (21/1/2015).

Dihadapan Ketua Majelis Hakim, Rahmawati SH, Ia mengaku ikut memadamkan api yang terbakar di HGU PT. SPS-2 pada Maret 2012 itu.

“Saya ditelpon malamnya oleh Mandor bernama Rasikin untuk bantu padamkan api, kemudian besok paginya saya ikut padamkan api di Afdeling Fanta (F),” kata Warga Sumber Bakti, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya ini.

“Saya kerja dari pagi sampai sore, saya diberikan uang Rp100.000 per hari tidak termasuk nasi bungkus, saya bekerja padamkan api selama lima hari bersama ratusan karyawan yang lain,” akuinya.

Keterangan saksi fakta ini dibenarkan oleh para direksi PT. SPS-2 yang menjadi terdakwa yaitu Edy Sutjahyo Busiri, Marjan Nasutian dan Anas Muda Siregar.

Untuk diketahui, perkara ini dituntut secara pidana oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada tahun 2014 atas kasus kebakaran lahan gambut seluas kurang lebih 1.000 hektar. Kasus pidana ini menjerat para direksi PT. SPS karena diduga melanggar Pasal 108 jo Pasal 69 ayat (1) huruf h Jo Pasal 116 ayat (1) huruf b UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. [red]

To Top