Lingkungan

Penjual Racunpun Tahu Lahan PT. SPS Terbakar

ACEHTERKINI.COM | “Saya mendengar lahan PT Surya Panen Subur (SPS) terbakar dari salah seorang stafnya bernama Amar,” kata M. Nazar. Ia menjelaskan terbakarnya lahan gambit PT. SPS itu pada tahun 2012.

“Saya tidak melihat, hanya mendengar dari Amar, saya pernah ke lokasi setelah kebakaran itu terjadi,” kata M. Nazar dalam keterangan saksinya pada persidangan pidana PT. SPS-2 di Pengadilan Negeri Meulaboh, 7 Januari 2015.

Nazar menjelaskan pasca kebakaran permintaan racun tikus masih tetap ada. “Saya menjual racun tikus ke PT. SPS-2 sejak tahun 2010,” ujarnya lagi.

Penggunannya, kata M. Nazar racun-racun tikus yang berbentuk seperti kue ini ditaburkan disekitar kepala sawit. “Racun ini bisa mematikan tikus,” katanya.

Pemilik Usaha Dagang (UD) Mountani yang berdomisili di Meulaboh, Aceh Barat ini mengatakan tidak ada perjanjian secara tertulis dengan PT. SPS setiap melakukan pembelian racun tikus dan regent untuk memberantas hama rayap. Pembelian dilakukan tiga bulan sekali.

Keterangan saksi fakta ini dibenarkan oleh para direksi PT. SPS-2 yaitu Edy Sutjahyo Busiri, Marjan Nasution dan Anas Muda Siregar.

Sidang Pidana PT. SPS nomor 53/Pid.sus/2014/PN MBO dan 54/Pid.sus/2014/PN MBO masih pemeriksaan saksi fakta. Perusahaan kelapa sawit ini didakwa karena terbakarnya lahan gambut dalam areal konsesi pada Tahun 2012 di Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya.

Perkara Pidana ini dituntut Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui Kejaksaan Negeri Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya.

Ketua Majelis Hakim Rahmawati SH melanjutkan sidang pidana ini pada 21 Januari 2015 dengan agenda pemeriksaan saksi fakta. [red]

To Top