Ekonomi

PAD Tahun 2014 Kota Langsa Lebihi Target

Perusahaan Telekomunikasi Menunggak

ACEHTERKINI.COM | Tahun 2014, Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Langsa melebihi target. Dari target PAD Rp105.037.534.787, menjadi Rp110.460.377.898. Realisasi PAD tahun 2014 disimpulkan mencapai 105,16 persen.

“Target PAD ini merupakan target anggaran pendapatan belanja kota perubahan (APBK-P) tahun 2014 dan pencatatan realisasinya berdasarkan penerimaan pada satuan kerja perangkat kota (SKPK),” ujar Wakil Walikota Langsa, Drs. Marzuki Hamid, MM didampingi Asisten III Bidang Adminitrasi Umum Pemko Langsa, Alfian, SH, Rabu (07/01/2015).

Realisasi PAD yang melebihi target ini diperoleh dari 11 SKPK di jajaran Pemko Langsa. Diantaranya :

  1. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) target Rp79.000.000.000, diperoleh Rp85.819.193.190, atau 108,63 persen.
  2. Dinas Perindustrian,Perdagangan,Koperasi dan UKM, Rp238.950.000,- diperoleh Rp241.023.000,- atau 100,87 persen.
  3. Dinas Kelautan,Perikanan, Kehutanan dan Pertanian, Rp90.400.000,- diperoleh Rp103.770.500,- atau 114,79 persen.
  4. Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T), target Rp455.000.000,- diperoleh Rp815.256.000,- atau 179,18 persen.
  5. Dinas Pekerjaan Umum (PU), Rp314.300.000,- diperoleh Rp349.375.000,- atau 111,16 persen.
  6. Dinas Pengelolaan Kekayaan dan Aset (DPKA), Rp12.838.680.129,-  diperoleh Rp13.990.058.231,47,- atau 108, 97 persen.
  7. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas kependudukan dan Catatan Sipil, target relisasi PAD-nya sesuai target masing-masing sebesar Rp7.000.000,- dan Rp16.332.500 atau 100 persen.

Disamping itu, ada juga Dinas yang tidak sesuai target Pemko Langsa yakni Dinas Perhubungan,Komunikasi dan Informatika (Dishubkomtika) target sebesar Rp1.192.320.000 hanya diperoleh Rp638.886.000,- atau 53,58 persen,

Minimnya realisasi PAD pada Dishubkomtika karena ada sebanyak enam perusahaan yang tidak membayarkan pajak restribusi jasa umum pada aitem pemanfaatan ruang untuk menara telekomunikasi dengan jumlah keseluruhan pada tahun 2014 sebesar Rp264.304.163.

“Bahkan, dari lima perusahaan yang terdata sebelumnya pada tahun 2013 juga belum membayarkan restribusi tersebut. Artinya, dari enam perusahaan yang terdata pada tahun 2013-2014 ada lima perusahaan yang tidak bayar restribusi selama dua tahun,” kata Marzuki Hamid lagi.

Lima perusahaan yang tidak bayar restribusi ini selama dua tahun yakni :

  1. PT Telkomsel Tbk, pada tahun 2013 sebesar Rp97.704.592,- dan pada tahun 2014 Rp107.032.486,- totalnya Rp204.737.078,.
  2. PT XL Axiata Tbk, tahun 2013 Rp42.009.182, dan tahun 2014 Rp47.894.223,- total Rp89.993.405,-
  3. PT Protelindo tahun 2013 Rp32.832.729,- dan tahun 2014 Rp36.493.452,- totalnya Rp69.326.181.
  4. PT Telekomunikasi Indonesia dari tahun 2013-2014 masing-masing sebesar Rp11.384.343,- dan totalnya Rp22.768.686,-.
  5. PT Indosat, dari tahun 2013-2014 Rp12.961.327,- dan totalnya sebesar Rp25.922.654,-.
  6. PT Daya Mitra Telekomunikasi hanya pada tahun 2014 sebesar Rp45.538.332.

“Jadi, bila ditotalkan dari lima perusahaan yang tidak membayarkan restribusi tersebut selama dua tahun sebesar Rp412.748.004,- dan bila ditambahkan satu perusahaan lagi keluruhannya sebesar Rp461.286.336,-“jelas Marzuki Hamid. [Jamal]

To Top