Sosial

Oknum Distributor Diduga Penyebab Kelangkaan Pupuk di Aceh Utara

ACEHTERKINI.COM | Kelengkaan pupuk Urea yang terjadi disejumlah daerah bukan lagi hal yang baru, sama halnya seperti di Kabupaten Aceh Utara. Kelangkaan pupuk didaerah lumbung padi ini sangat berdampak negatif bagi petani. Usut punya usut, problema itu sendiri terjadi akibat adanya permainan para oknum distributor pupuk.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan media ini menyebutkan, kelangkaan pupuk juga terjadi di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Timur. Namun, tidak ada yang mengusut tuntas kasus tersebut, sehingga para oknum pendistribusian pupuk (Distributor) bersama pedagang pupuk dikios eceran lebih leluasa bermain. Pupuk yang seharusnya disalurkan ke suatu daerah sesuai kebutuhan petani, malah didistribusikan ke daerah-daerah lain.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Langkahan, Tanah Jambo Aye, Baktiya, Baktiya Barat, Lhoksukon dan Seunuddon. Tak sedikit petani yang mengeluh soal kelangkaan pupuk dari daerah-daerah tersebut. Untuk mendapatkan pupuk, petani mengakui tidak mudah. Meskipun ada pupuk di kios-kios eceran, itupun harganya cukup melambung, artinya sudah beberapa kali jauh dari harga HET.

“Ini jelas ada permainan distributor, pupuk yang disalurkan khusus untuk petani disuatu daerah malah diedarkan ke daerah lain, seperti ke Aceh Timur,” ungkap Af (34), salah seorang ketua kelompok tani asal Kecamatan Langkahan saat dimintai keterangan media ini, Rabu (07/01/2015).

Dijelaskan, setelah pupuk didapatkan oleh para distributor dari PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM), kemudian disalurkan ke suatu daerah pada kios-kios tertentu, lalu baru disalurkan ke daerah kabupaten lain.

“Di Langkahan juga pernah begitu. 65 ton pupuk untuk bulan Desember namun yang hanya ada di kecamatan itu cuma 20 ton. Itupun tidak dijual kepada petani,” kata Af.

Sekretaris Jenderal LSM Komite Bersama Rakyat Aceh (KOBRA) Tgk. Amri meminta aparat berwenang untuk segera menidaklanjut persoalan kelangkaan pupuk di Kabupaten Aceh Utara.

Menurutnya, oknum-oknum yang terlibat dalam kasus tersebut tak hanya Distributor, juga para Mantri Tani.”Pupuk tiap bulan tidak cukup disalurkan ke suatu daerah, bahkan dimainkan lagi oleh  oknum-oknum tertentu,” kata Amri.

LSM Acheh Future juga tengah berupaya mengusut kasus tersebut. “Sepertinya ini perlu tempuh jalur hukum, agar pihak-pihak yang berusaha mengedar pupuk tidak sesuai RDKK harus mendapat ganjaran. Karena kita lihat dimana-mana petani benar-benar bingung,” kata ketua Acheh Future Razali Yusuf.

Sebelumnya, Polres Aceh Utara juga telah menetapkan salah seorang pengedar pupuk bersubsidi di Kabupaten Aceh Utara. Sopir mobil Carry bernopol BL 8471 KI dan berinisial Isk itu ditetapkan jadi tersangka karena menyeludupkan pupuk subsidi sebanyak 1,5 ton dari Banda Aceh ke Aceh Timur. [Jamal]

To Top