Layanan Publik

Mutasi PNS dan Urus Pensiun Tidak Lagi Ke Medan

Ciptakan Pegawai yang Berbasis IT

ACEHTERKINI.COM | “Sudah pasti hadirnya Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Aceh lebih memudahkan proses adminitrasi kepegawaian di daerah kita,” kata Gubernur Aceh, Zaini Abdullah saat meresmikan kantor operasional Regional XIII BKN di Gampong Gani, Aceh Besar, Senin (19/1/2015).

“Urusan kepegawaian di Aceh yang selama ini tunduk di Regional VI Medan akan beralih ke BKN Aceh,” tandas Zaini Abdullah.

Keputusan Pemerintah Pusat, kata Zaini Abdullah adalah langkah yang tepat. Sebab katanya, keberadaan BKN akan memperpendek rentang kendali penyelesaian dan pembinaan administrasi serta manajemen PNS di Aceh.

Sebelumnya sejak berdirinya pada Februari 1998, BKN Medan membawahi empat wilayah yaitu Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat dan Riau.

Kemudian pada tahun 2006, BKN Regional XII di Riau dan Sumatera Barat terbentuk. Sejak itu BKN Regional Medan melayani urusan administrasi PNS di Aceh dan Sumatera Utara.

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menyebutkan tugas-tugas yang akan diemban BKN Regional XIII Aceh adalah membina dan mempertimbangkan atau menetapkan mutasi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) pusat dan daerah.

Kemudian menetapkan pension untuk ASN pusat dan penetapan status kepegawaian.

BKN Aceh juga akan mempertimbangkan pension bagi ASN daerah dan penetapan status kepegawaian serta menetapkan pemindahan pegawai ASN antar daerah provinsi atau antar daerah kabupaten kota.

“Semua tugas tersebut tentu saja sejalan dengan kebijakan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang menjadi program prioritas Pemerintah Aceh,” tandas Doto Zaini.

Pada kesempatan itu, Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan yang diwakili Kepala Biro Perlengkapan Kementerian Keuangan RI Ilhamsyah berharap dengan kehadiran kantor regional Aceh ini dapat meningkatkan dan semakin memantapkan sinergisitas terkait kepegawaian Aceh.

Kepala BKN Pusat Eko Sutrisno juga hadir pada kesempatan itu berharap agar BKN Aceh diberikan bimbingan, arahan dan teguran jika terdapat hal yang kurang baik.

Dikatakannya, kantor yang baik harus didukung oleh SDM yang bagus, sistem yang baik dan metodelogi yang efektif.

“Nah, untuk mendukung ini, kita padukan dari pegawai regional lain, agar kompetensi terukur dan tangguh,”pungkasnya.

“Kita akan ciptakan administrasi kepegawaian berbasis IT, yang simple, orangnya sedikit tapi cerdas-cerdas. Model inilah yang akan kita bangun sehingga menghasilkan layanan yang makin cepat,”tuturnya.

Eko Sutrisno juga berpesan kepada jajaran BKN Aceh agar menjaga martabat PNS, mengedepankan filosofi kerja dan menjunjung tinggi profesionalitas.

“karena komitmen kita bersama adalah menjadikan BKN yang professional dan bermartabat,”pintanya.

Seremonial peresmian juga dirangkai dengan penyerahan memori tugas dari kepala BKN regional VI Medan I Nyoman Warsan kepada kepala BKN RI Drs Eko Sutrisno M.Si, yang kemudian diserahkan kembali kepada kepala kantor regional XIII BKN Aceh Drs Makmur Ibrahim SH, M.Hum. [red]

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah bersama Kepala BKN Regional XIII Aceh, Makmur Ibrahim menerima memori tuga BKN dari Kepala BKN RI, Eko Sutrisno

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah bersama Kepala BKN Regional XIII Aceh, Makmur Ibrahim menerima memori tuga BKN dari Kepala BKN RI, Eko Sutrisno

To Top