Lingkungan

Menara Api Di Lahan PT.SPS Dibangun Setelah Kebakaran

ACEHTERKINI.COM | Pengakuan saksi mahkota, Anas Muda Siregar dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tidak ada menara pemantau api di lahan PT. Surya Panen Subur (SPS)-2 di Desa Pulo Kruet, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya.

Pengakuan Kepala Kebun Rayon II PT. SPS-2 dalam BAP itu dikuatkan kembali oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahma Nur Hidayat pada persidangan Rabu (21/1/2015) malam di PN Meulaboh.

Rahmat Nur Hidayat membacakan point 17 dalam BAP yang menyebutkan bahwa Anas Muda Siregar menjelaskan menara pemantau api di lahan PT. SPS dibangun pada Bulan April 2012, setelah terjadinya kebakaran pada 19 Maret 2012 di Kebun Seuneuam.

“Sebelum terjadi kebakaran tidak ada menara pemantau api, belum ada perintah,” kata Anas Muda Siregar dalam BAP-nya sebagaimana dibacakan oleh JPU.

Anas Muda Siregar menyakinkan jawaban tersebut.

Kemudian Penasehat Hukum PT. SPS, Rivai Kusumanegara kembali mempertegas Anas Muda Siregar atas jawabannya tersebut.

Lalu saksi Anas menyebutkan sebelum kebakaran menara api hanya ada dua unit yaitu di Afdeling Bravo (B) dan Afdeling Hotel (H).

Sementara itu tanggung jawab Anas Muda Siregar sebagai Kepala Kebun Rayon II PT. SPS-2 berada di Afdeling Delta, Echo, Fanta, Golf dan Indian.

Ia mengatakan afdeling yang dikuasai itu rata-rata terbakar walaupun hanya sebagian pada Maret 2012.

Kemudian data yang disampaikan oleh staf PT.SPS-2 kepada penyidik Kementerian Lingkungan Hidup (KHL) dalam BAP yaitu luas yang terbakar mencapai kurang lebih 1.183 hektar.

Rinciannya adalah lahan yang terbakar sudah ada tanaman seluas 517 hektar dan yang tidak ada tanaman atau sudah steking seluas 666,23 hektar di Afdeling Delta, Echo, Fanta, Golf dan Indian.

Data tersebut dibantah oleh terdakwa atas nama korporasi PT. SPS-2 yang diwakili Arsul Hardiansyah.

Menurut Arsul, data luasan yang terbakar itu tidak valid karena diukur tidak menggunakan alat sebagaimana mestinya.

Untuk diketahui Anas Muda Siregar sebagai Kepala Kebun Rayon II PT. SPS ini juga sebagai terdakwa bersama para direksi PT. SPS-2 yang lain yaitu, Edy Sutjahyo Busiri dan Marjan Nasution dalam perkara pidana nomor 53/pid.sus/2014/PN MBO.

Anas Muda Siregar diambil keterangannya sebagai saksi mahkkota untuk perkara nomor 54/pid.sus/2014/PN MBO dengan terdakwa atas nama korporasi PT. SPS-2 yang diwakilkan oleh Arsul Hardiansyah.

Kementerian Lingkungan Hidup menuntut secara pidana PT. SPS-2 karena melanggar Pasal 108 jo Pasal 69 ayat (1) huruf (h), pasal 116 ayat (1) huruf (a), pasal 118, pasal 119 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. [red]

To Top